ArtikelOpini

Menikmati Bali Lewat Kuliner dan Panorama yang Berbeda di Pantai Kelan

Avatar photo
108
×

Menikmati Bali Lewat Kuliner dan Panorama yang Berbeda di Pantai Kelan

Sebarkan artikel ini
Menikmati Bali dari sisi yang berbeda di Pantai Kelan: perpaduan kuliner tepi pantai, perahu nelayan, dan panorama matahari terbenam menghadirkan pengalaman yang lebih tenang dibanding kawasan wisata Bali yang ramai.

NEWSFEED.ID, Bali — Bali tidak pernah kehabisan cara untuk memikat wisatawan. Pesona legendaris seperti Kuta, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua yang menjadi tujuan utama mulai terpinggirkan dengan kehadiran area Seminyak, Canggu, dan Uluwatu yang mulai menggoyang eksistensi pesona legendaris. Namun di luar daerah tersebut juga muncul daerah yang menjual perpaduan kuliner dan pemandangan seperti Jimbaran, kedonganan dan Pantai Kelan dengan karakter yang berbeda. Pada sisi Barat Pulau bali terdapat tiga Pantai yang cukup dikenal untuk kuliner seafood yaitu Pantai Jimbaran, Pantai Kedonganan dan Pantai Kelan yang terbentang berjejer. Pantai Jimbaran merupakan ikon kuliner seafood eksklusif yang cenderung mahal dan sudah terkenal di luar Bali, jika wisatawan luar bali ditanya makan seafood pasti nama Jimbaran yang akan pertama kali terlintas. Lalu ada Pantai Kedonganan yang mulai menggeliat dan membuka identitas sendiri yang menyediakan harga yang lebih murah disbanding kuliner seafood Pantai Jimbaran dengan konsep dapat membawa bahan baku untuk dimasak di restoran. Sementara Pantai Kelan memiliki luas Pantai yang lebih kecil membuat konsep yang lebih sederhana serta harga yang lebih ramah di kantong warga lokal dibandingkan kedua pantai sebelumnya

Pada tahun 2026, Pantai Kelan yang hanya memiliki panjang garis pantai sekitar 1-1,5 km semakin menunjukkan potensinya sebagai destinasi yang memadukan keindahan alam, kuliner laut, dan suasana yang lebih tenang. Menurut Philip L. Pearce (2005), wisatawan terdorong mencari pengalaman baru sebagai bagian dari motivasi untuk belajar, mengeksplorasi lingkungan baru, dan memperoleh pengalaman yang bermakna. Keunggulan Pantai Kelan terletak pada suasananya yang relatif lebih nyaman dibandingkan beberapa pantai yang selalu dipadati wisatawan. Pengunjung dapat menikmati hamparan pasir, deburan ombak, dan angin laut tanpa harus berdesakan. Momen yang paling dinantikan tentu saat matahari mulai terbenam. Langit yang berubah warna menjadi jingga keemasan menciptakan panorama yang memanjakan mata. Keunikan lainnya adalah pemandangan pesawat yang lepas landas dan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Perpaduan antara keindahan alam dan aktivitas penerbangan ini menghadirkan pengalaman yang jarang ditemukan di Bali.

Daya Tarik Pantai Kelan tidak berhenti pada pemandangannya. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu pusat kuliner seafood di Bali. Deretan warung dan restoran menawarkan berbagai pilihan hidangan laut segar seperti ikan bakar, udang, cumi, kerang, hingga kepiting yang diolah dengan bumbu khas Bali. Berdasarkan survey dari beberapa sosial media mulai dari google review, Instagram dan Tiktok terdapat 2 tempat kuliner yang menjadi top review baik dari segi harga, porsi dan kenyamanan yaitu Warung Black Pearl dan Warung Purnama. Secara harga dan makanan yang ditawarkan sangat sebanding untuk konsumsi dengan keluarga kecil (suami-istri dan 2 anak) dibandigkan makan didaerah Jimbaran maupun daerah Kedonganan. Dari susasna makan di tepi pantai dengan latar suara ombak dan cahaya senja mendapatkan pengalaman yang lebih disbanding Jimbaran dan Kedonganan karena sangat dekat dengan pemandangan pesawat yang landing dan takeoff. Pengalaman semacam ini menjadi nilai tambah yang sulit digantikan oleh restoran di kawasan perkotaan. “Sebelumnya saya mengajak keluarga sepupu saya untuk bertemu di Kedonganan, tapi sebagai warga lokal dia merekomendasikan Pantai Kelan untuk bertemu dan menikmati seafood. Ternyata tempatnya cukup nyaman, meski sore ini pantainya masih banyak sampah-sampah kayu yang belum dibersihkan. Makanannya enak dan hargaya lebih murah untuk kami makan berempat.” cerita, Wika, salah satu pengunjung Pantai Kelan.

Saat ini di era digital, wisata tidak lagi sekadar tentang mengunjungi tempat, tetapi juga tentang membangun pengalaman yang dapat dibagikan kepada orang lain. Pantai Kelan memiliki semua unsur tersebut. Keindahan pemandangan senja, kuliner yang menggugah selera, serta suasana yang autentik membuat kawasan ini semakin dikenal melalui sosial media. Banyak wisatawan membagikan foto matahari terbenam, hidangan seafood, naik onta, hingga pesawat yang melintas rendah di atas pantai. Promosi yang lahir dari pengalaman pengunjung seperti ini menjadi kekuatan besar dalam meningkatkan daya tarik Pantai Kelan.

Dengan meningkatnya popularitas Pantai Kelan akan memunculkan tantangan. Meningkatnya pengunjung berpotensi menimbulkan persoalan seperti sampah, kemacetan, hingga penurunan kualitas lingkungan jika tidak dikelola dengan baik oleh warga, Desa Adat maupun Pemerintah Kota. Kebersihan pantai harus menjadi perhatian utama karena saat ini sisi barat pulau bali sangat banyak bertebaran sampah dari laut yang berlabuh ke Pantai Kelan, Dimana ini yang menjadi satu kelemahan di banding Pantai di Kedonganan yang dikelola lebih baik. Selain itu, Warung kafe dan restoran juga perlu terus menjaga kualitas makanan, pelayanan, dan harga agar kepercayaan wisatawan tidak terpusat di sebagian kecil pelaku usaha saja. Pengembangan pariwisata seharusnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pemerintah daerah bersama desa adat dan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tersebut. Penataan kawasan, penyediaan fasilitas umum yang memadai, pengelolaan sampah yang efektif, serta edukasi kepada wisatawan mengenai pentingnya menjaga kebersihan merupakan langkah yang perlu terus diperkuat. Dengan pengelolaan yang tepat, Pantai Kelan dapat berkembang sebagai destinasi yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan.

Pada akhirnya, Pantai Kelan membuktikan bahwa Bali tidak hanya terletak pada destinasi yang sudah mendunia. Pantai Kelani menawarkan pengalaman wisata yang dekat dengan kehidupan masyarakat, menghadirkan kuliner seafood yang berkualitas dan harga yang lebih bersahabat, pemandangan matahari terbenam yang memukau yang diselingi aktifitas pesawat yang akan terbang dan mendarat, serta suasana yang lebih santai. Menurut saya, ini bisa menambah wajah pariwisata Bali: pariwisata yang mengutamakan pengalaman, menjaga kelestarian lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Firman Setiawan

Penulis: Arif Rahman

Mahasiswa Magister Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id