Grobogan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 50 melaksanakan kegiatan pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat Desa Kuwaron. Kegiatan tersebut berfokus pada pemanfaatan media digital untuk meningkatkan pemasaran produk Sempolan Obong 86 serta penguatan identitas produk lokal melalui pembuatan logo untuk usaha gethuk.
Kegiatan pendampingan UMKM ini dilaksanakan dengan melihat perkembangan teknologi digital yang semakin berpengaruh terhadap dunia usaha. Saat ini, media sosial dan platform digital dapat menjadi sarana pemasaran yang efektif bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Pemanfaatan media digital juga memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga menjangkau konsumen dari luar wilayah.
Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 50 berupaya memberikan pendampingan yang sederhana dan mudah diterapkan oleh pelaku UMKM. Pendampingan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing usaha sehingga hasil yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah kegiatan KKN selesai.
Salah satu UMKM yang menjadi sasaran kegiatan adalah Sempolan Obong 86, sebuah usaha kuliner yang menawarkan produk sempolan dengan cita rasa yang khas. Produk sempolan memiliki potensi pasar yang cukup luas karena merupakan makanan yang praktis, terjangkau, dan digemari oleh berbagai kalangan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan strategi pemasaran yang mampu memperkenalkan produk secara lebih menarik kepada calon konsumen.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 50 membantu pelaku usaha dalam mengembangkan konsep pemasaran digital Sempolan Obong 86. Mahasiswa memberikan pendampingan terkait penyusunan materi promosi, pemanfaatan media sosial, serta penyajian informasi produk agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh konsumen. Penggunaan media digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan.
Selain pemasaran digital, kegiatan juga diarahkan pada penguatan branding produk lokal. Branding menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan UMKM karena identitas visual dapat membantu konsumen mengenali dan membedakan suatu produk dari produk lainnya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 50 turut membantu dalam pembuatan logo untuk produk gethuk milik masyarakat Desa Kuwaron.
Pembuatan logo tersebut tidak hanya bertujuan untuk memperindah tampilan produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun identitas usaha. Logo dirancang dengan mempertimbangkan karakter produk gethuk yang merupakan salah satu makanan tradisional berbahan dasar singkong. Dengan adanya logo, produk diharapkan memiliki identitas yang lebih kuat sehingga dapat digunakan pada kemasan, media sosial, maupun berbagai kebutuhan promosi lainnya.
Kegiatan pendampingan ini mendapatkan respons positif dari pelaku UMKM. Kehadiran mahasiswa memberikan tambahan wawasan mengenai pentingnya mengikuti perkembangan teknologi dalam menjalankan usaha. Pelaku UMKM juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana produk yang sebelumnya dipasarkan secara sederhana dapat dikembangkan dengan memanfaatkan media digital dan identitas visual yang lebih menarik.
Menurut mahasiswa KKN Kelompok 50, pengembangan UMKM tidak selalu harus dimulai dari perubahan yang besar. Langkah sederhana seperti memperbaiki tampilan promosi, membuat logo, mendokumentasikan produk dengan baik, dan memanfaatkan media sosial secara konsisten dapat menjadi awal untuk meningkatkan daya tarik sebuah produk.
“Kami berharap pendampingan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Desa Kuwaron. Produk lokal sebenarnya memiliki potensi yang besar, sehingga perlu didukung dengan cara pemasaran dan branding yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar salah satu mahasiswa KKN Kelompok 50.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Pendampingan UMKM Sempolan Obong 86 dan pembuatan logo produk gethuk menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi KKN Kelompok 50 dalam mendukung potensi ekonomi lokal Desa Kuwaron. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan pelaku UMKM dapat semakin percaya diri dalam mengembangkan usahanya serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Ke depannya, pemanfaatan media digital diharapkan dapat dilakukan secara konsisten oleh pelaku UMKM. Konten promosi yang menarik, informasi produk yang jelas, serta identitas usaha yang kuat dapat membantu membangun kepercayaan konsumen. Dengan demikian, produk-produk lokal Desa Kuwaron memiliki peluang untuk semakin dikenal dan mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin luas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengembangan UMKM dapat dilakukan melalui kolaborasi dan inovasi sederhana. KKN Kelompok 50 berharap pendampingan yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Kuwaron untuk berkembang, memperluas pemasaran, dan memperkuat identitas produk lokal di era digital.
- Muhamad Iqbal Wicaksono, Muhamad Rendi Anjar Afiyanto, Muhamad Rizki Abdilah, Muhamad Rizwanda, Muhamad Ryan Rahmawan, Muhammad Afi Aniq Fahmi, Utsman Hada Nakhsya, Wardatul Aisyah, Widia Rahma Pangesti, Widya Putri Febriyanti, Widya Rahma Maulida, Widya Rizky Febrianasari, Widya Tasya Bella Akhirunnisa, Wijayanti Hidayatolah, Yan Atika Rahma, Yemima Christy Hanjaya
- KKN UPGRIS Kelompok 50 merupakan kelompok mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dengan mengusung semangat “KKN UPGRIS Berdampak”. Selama pelaksanaan KKN, Kelompok 50 aktif terlibat dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat, pemerintah desa, sekolah, PKK, Posyandu, karang taruna, serta pelaku UMKM. Berbagai program dilaksanakan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, keagamaan, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti bimbingan belajar, kegiatan mengaji, edukasi PHBS, pendampingan Posyandu, keterlibatan dalam kegiatan PKK dan olahraga desa, hingga membantu promosi produk UMKM lokal. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 50 berupaya menerapkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat untuk menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, sesuai kebutuhan, dan memberikan dampak positif bagi Desa Kuwaron.
- kknupgriskuwaron50@gmail.com
- 082135140056
-
WhatsApp-Image-2026-09-01-at-11.22.43 - Setuju













