AMBARAWA, 24 Agustus 2026 – Mengangkat isu pengelolaan limbah rumah tangga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tema Berdampak Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 15 tahun 2026 menggelar demonstrasi pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromatik bagi ibu-ibu Kelurahan Baran Jurang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Senin (09/8/2026), pukul 07.00 WIB.
Kegiatan ini dilaksanakan usai sesi senam pagi bersama ibu-ibu setempat, sehingga peserta dapat langsung mengikuti demonstrasi dalam suasana yang santai dan penuh antusiasme. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15 memperkenalkan cara sederhana mengolah minyak jelantah bekas memasak, yang selama ini kerap dibuang begitu saja dan berpotensi mencemari lingkungan, menjadi produk bernilai guna berupa lilin aromaterapi.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menjelaskan tahapan pengolahan mulai dari penyaringan minyak jelantah untuk menghilangkan kotoran sisa penggorengan, pencampuran dengan bahan pengeras lilin, penambahan pewangi alami, hingga proses pencetakan menjadi lilin aromatik siap pakai. Selain ramah lingkungan, produk ini juga dinilai memiliki nilai ekonomis karena berpotensi dijadikan usaha rumahan oleh ibu-ibu setempat.
Dani Kurnia Sandy, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 15, menjelaskan bahwa program ini digagas untuk menjawab persoalan limbah minyak jelantah yang sering dibuang sembarangan oleh warga.
“Minyak jelantah yang dibuang sembarangan bisa mencemari saluran air dan tanah. Melalui program ini, kami ingin mengedukasi ibu-ibu bahwa limbah tersebut sebenarnya bisa diolah menjadi produk bermanfaat, bahkan bernilai jual,” ujar Dani Kurnia Sandy, Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 15.
Dani Aminudin, selaku Penanggung Jawab Bidang Lingkungan KKN UPGRIS Kelompok 15, menambahkan bahwa program ini juga menjadi sarana edukasi berkelanjutan agar ibu-ibu terbiasa mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.
“Kami berharap ilmu yang dibagikan hari ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ibu-ibu bisa terus mempraktikkannya di rumah masing-masing, bahkan mengembangkannya menjadi usaha kecil yang berkelanjutan,” ujar Dani Aminudin, Penanggung Jawab Bidang Lingkungan KKN UPGRIS Kelompok 15.
Alkomah, selaku pemimpin senam RT 04 Kelurahan Baran Jurang, turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi selama ini minyak jelantah biasanya langsung kami buang. Sekarang kami jadi tahu cara mengolahnya menjadi lilin aromaterapi yang wangi dan bisa dijual juga,” ujar Alkomah, Pemimpin Senam Kelurahan Baran Jurang.
Antusiasme ibu-ibu terlihat sepanjang demonstrasi berlangsung, terutama saat mereka mencoba mempraktikkan langsung proses pencetakan lilin dengan berbagai aroma pilihan. Suasana semakin hangat dengan diskusi ringan seputar potensi lilin aromaterapi ini sebagai peluang usaha tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15 berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bijak, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis lingkungan bagi ibu-ibu di Kelurahan Baran Jurang.
Tim Penyusun: Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15 — Kelurahan Baran Jurang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
- Dani kurnia sandy
- Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani,Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Semarang
- danikurnia2135@gmail.com
- 085879040378
-
WhatsApp-Image-2026-08-25-at-08.22.38 - Setuju















