Semarang – Kehilangan pekerjaan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Hal tersebut justru menjadi awal bagi Pak Eko Pramono untuk membangun usaha tempe yang hingga kini terus dikembangkan. Pada Jumat (21/8/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melakukan pendataan sekaligus pendampingan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik Pak Eko di Desa Diwak, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UPGRIS untuk mengenal potensi UMKM yang ada di lingkungan masyarakat. Melalui pendataan, mahasiswa berkesempatan mengetahui secara langsung perjalanan usaha, proses produksi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Salah satunya adalah usaha tempe milik Pak Eko yang telah dirintis sejak 2006.
Usaha tersebut berawal ketika Mas Eko mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kondisi tersebut mendorongnya untuk mencari peluang usaha baru. Ia kemudian mencoba membuat tempe setelah mendapatkan inspirasi dari kerabatnya yang berada di Salatiga.
Berbekal kemauan untuk belajar dan mencoba, usaha tempe tersebut perlahan berkembang. Tidak hanya mempertahankan proses produksi, Pak Eko juga mulai mengembangkan pemasaran produknya.
Sebagai tindak lanjut dari pendataan UMKM, mahasiswa KKN UPGRIS juga memberikan pengarahan mengenai penggunaan QRIS kepada Mas Andre. Program tersebut bertujuan mengenalkan sistem pembayaran digital yang dapat digunakan dalam transaksi penjualan sehingga pelanggan memiliki alternatif pembayaran yang lebih praktis.
Selain pengarahan penggunaan QRIS, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan MMT sebagai sarana informasi mengenai keberadaan usaha tempe rumahan milik Pak Eko. MMT tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar mengetahui bahwa terdapat usaha tempe rumahan di Desa Diwak sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.
Dalam sehari, produksi tempe Pak Eko dapat mencapai sekitar 30 kilogram. Hasil produksi tersebut kemudian dipasarkan ke pasar pagi dan usaha katering. Salah satu keunggulan tempe produksinya terletak pada proses perendaman kedelai selama 12 jam, yang menurut Pak Eko membuat tempe memiliki masa pembusukan lebih lama serta menghasilkan rasa yang lebih enak.
Dalam menjalankan usahanya, Pak Eko juga menghadapi berbagai tantangan, salah satunya kenaikan harga bahan baku, terutama kedelai dan plastik. Meski demikian, ia tetap berusaha mempertahankan dan mengembangkan usaha yang telah dirintisnya.
“Harapan saya sih sederhana, semoga harga bahan baku seperti kedelai tidak gampang naik-turun supaya produksi bisa tetap stabil. Saya juga berterima kasih sudah dibantu adik-adik mahasiswa dikenalkan dengan QRIS dan dibuatkan MMT. Semoga dengan fasilitas ini, pembeli jadi lebih gampang kalau mau bayar, pesanan katering makin nambah, dan usaha ini bisa terus menghidupi keluarga,” ujar Pak Eko
Bagi mahasiswa KKN UPGRIS, kegiatan pada Jumat(21/8/2026) tersebut menjadi pengalaman untuk memahami kondisi UMKM secara langsung sekaligus memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Mulai dari pendataan, pengarahan penggunaan QRIS, hingga pemberian MMT sebagai media informasi, mahasiswa berupaya membantu memperkenalkan dan mendukung keberadaan UMKM lokal di Desa Diwak.
“Kami sangat salut dengan kegigihan Pak Eko yang bisa bangkit dari PHK. Pendampingan penggunaan QRIS dan pemberian MMT ini adalah bentuk dukungan nyata kami agar UMKM lokal di Desa Diwak bisa mulai beradaptasi dengan era digital. Kami berharap, langkah kecil ini bisa mempermudah transaksi konsumen dan membuat tempe produksi Pak Eko semakin dikenal luas oleh masyarakat sekitar,” ungkap salah satu Arum Mahasiswa KKN UPGRIS
Kisah Pak Eko menunjukkan bahwa kehilangan pekerjaan dapat menjadi awal munculnya peluang baru. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa KKN memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui langkah sederhana dan nyata untuk membantu UMKM lokal agar semakin dikenal dan berkembang.
- Alif Hikmatul Faqi
- Mahasiswa Informatika, Universitas PGRI Semarang
- alifhikmatulfaqi@gmail.com
- 082114747370
-
WhatsApp-Image-2026-08-24-at-16.47.42 - Setuju







