Kuliah Kerja Nyata

Mahasiswa Fakultas Psikologi Tim II KKN-T 107 Seru Belajar Emosi: Edukasi Regulasi Emosi Bersama Pondok Pesantren Fakhruddin.

Avatar photo
10
×

Mahasiswa Fakultas Psikologi Tim II KKN-T 107 Seru Belajar Emosi: Edukasi Regulasi Emosi Bersama Pondok Pesantren Fakhruddin.

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro TIM II KKN-T 107 melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan di Pondok Pesantren Fakhruddin sebagai bentuk kontribusi dalam memberikan edukasi psikologis kepada peserta. Kegiatan ini mengangkat topik regulasi emosi yang dikemas melalui rangkaian aktivitas interaktif dan menyenangkan. Edukasi ini bertujuan membantu peserta mengenali emosi yang muncul dalam berbagai situasi serta memahami cara merespons emosi secara lebih tepat.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana yang lebih rileks dan meningkatkan antusiasme peserta. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti sesi penyampaian materi mengenai regulasi emosi. Materi yang disampaikan mencakup apa itu regulasi emosi, pengenalan jenis-jenis emosi, cara meregulasi emosi, hingga manfaat dari meregulasi emosi. Penyampaian materi juga dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai emosi dan regulasi emosi, tetapi juga dapat berdiskusi serta mengaitkannya dengan situasi yang mungkin mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan kelompok, peserta didorong untuk lebih aktif dalam memahami dan membicarakan pengalaman emosional secara positif.

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti games berbasis regulasi emosi. Sebuah balon dipindahkan dari satu peserta ke peserta lainnya selama musik diputar. Ketika musik berhenti, peserta yang memegang balon tersebut harus memecahkan balon dan mengambil kertas berisi situasi tertentu. Peserta kemudian diminta menjawab dua pertanyaan secara spontan, yaitu emosi apa yang mungkin dirasakan dalam situasi tersebut dan langkah pertama yang akan dilakukan untuk menghadapinya. Salah satu contoh situasi yang diberikan adalah “temanmu membocorkan rahasia”. Peserta kemudian perlu mengidentifikasi emosi yang mungkin muncul serta menentukan langkah awal yang dapat dilakukan untuk merespons situasi tersebut.

Games ini menjadi bentuk praktik sederhana dari materi regulasi emosi yang telah diberikan. Peserta tidak hanya diajak mengenali emosi, tetapi juga belajar bahwa munculnya emosi tidak selalu harus langsung diikuti dengan tindakan impulsif. Dengan mengidentifikasi emosi terlebih dahulu dan memikirkan langkah yang dapat dilakukan, peserta dilatih untuk memberikan respons yang lebih adaptif terhadap situasi yang dihadapi. Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui edukasi mengenai keterampilan psikologis yang berkaitan dengan kesejahteraan emosional, sekaligus mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui proses pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan kontekstual.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai regulasi emosi serta mulai menerapkan kemampuan mengenali dan merespons emosi secara lebih adaptif dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan psikologi secara langsung sekaligus berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

 

  • Mahasiswa TIM II KKN-T 107
  • Mahasiswa Program Studi Psikologi, Universitas Diponegoro
  • wiwitsura@gmail.com
  • 082374313311
  • SS-payment-Sosmas-tim-2
    SS-payment-Sosmas-tim-2
  • Setuju
Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id