Kuliah Kerja Nyata

BEKALI CPMI KE JEPANG, MAHASISWA KKN UNDIP GELAR EDUKASI MIGRASI AMAN DI LPK HIDAYAH

Avatar photo
3
×

BEKALI CPMI KE JEPANG, MAHASISWA KKN UNDIP GELAR EDUKASI MIGRASI AMAN DI LPK HIDAYAH

Sebarkan artikel ini
WhatsApp-Image-2026-08-15-at-00.59.43
BEKALI CPMI KE JEPANG, MAHASISWA KKN UNDIP GELAR EDUKASI MIGRASI AMAN DI LPK HIDAYAH

KENDAL – Mempersiapkan calon tenaga kerja yang tangguh dan sadar hukum sebelum bertolak ke negeri sakura, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan program edukasi sosial kemasyarakatan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hidayah. Kegiatan yang mengusung tema “Penyuluhan PMI: Berangkat Aman, Kerja Nyaman” ini sukses dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, mulai pukul 09.30 WIB.

Berbeda dengan penyuluhan tingkat desa sebelumnya yang menghadirkan otoritas negara secara makro, kegiatan kali ini dirancang lebih spesifik, taktis, dan intim dengan pendekatan sharing session. Acara ini diikuti secara antusias oleh 21 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang tengah menjalani persiapan intensif untuk program magang (Ginou Jisshuusei) maupun pekerja keahlian spesifik (Tokutei Ginou) ke Jepang.

Fokus utama penyuluhan ini adalah membekali para peserta dengan perisai literasi hukum agar terhindar dari jerat penipuan maupun Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pemateri membedah langkah-langkah krusial seperti prosedur legal pemberangkatan, tata cara membaca kontrak kerja dengan teliti, hingga penegasan hak mutlak atas dokumen pribadi. Peserta diingatkan dengan tegas bahwa menahan paspor asli oleh pihak perusahaan di negara penempatan adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

Lebih dari sekadar pelindungan legal, mahasiswa KKN dari program studi Hubungan Internasional ini juga memberikan “Survival Guide” terkait wawasan lintas budaya guna meminimalisasi culture shock. Para peserta dibekali etika kerja khas Jepang seperti prinsip Ho-Ren-So (Lapor, Hubungi, Konsultasi), kedisiplinan waktu, aturan ketat terkait pemilahan sampah, hingga hukum privasi digital yang sangat ketat di Jepang. Selain itu, manajemen finansial juga ditekankan agar peserta cerdas mengelola pendapatan dan tidak kalap berbelanja.

Kehadiran program ini memantik diskusi interaktif dari ke-21 peserta. Mereka secara aktif menggali informasi terkait tips aman beradaptasi, serta mencatat kontak darurat perwakilan RI (KBRI/KJRI) sebagai rujukan utama jika menghadapi kendala.

Melalui program sosial kemasyarakatan ini, diharapkan para siswa LPK Hidayah tidak hanya memiliki kompetensi bahasa dan keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi juga ketahanan mental dan wawasan hukum yang tajam. Dengan bekal yang komprehensif, mereka diproyeksikan siap melangkah sebagai pahlawan devisa yang berangkat dengan aman, bekerja secara nyaman, dan pulang membawa kesejahteraan yang berkelanjutan.
  • Muhammad Nidhom Al Munawar
  • Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Diponegoro
  • nidzomalmunaweer@gmail.com
  • 085790433667
  • WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.56.02
    WhatsApp-Image-2026-08-22-at-17.56.02
  • Setuju
Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id