Senin, 27 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University yang bertugas di Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, melaksanakan kunjungan ke salah satu UMKM keripik pisang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja UMKM Go!, sebuah inisiatif yang bertujuan mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penguatan identitas produk dan media promosi sebagai langkah awal menuju transformasi pemasaran yang lebih modern.
Program UMKM Go! diawali dengan kegiatan observasi dan identifikasi kebutuhan mitra usaha. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa membantu secara langsung seluruh proses produksi keripik pisang, mulai dari pemilihan dan pengupasan bahan baku, proses penggorengan, penirisan, hingga pengemasan produk sebelum dipasarkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami alur produksi sekaligus mengenali potensi dan kebutuhan UMKM dalam meningkatkan kualitas produk serta strategi pemasarannya.
Selain melakukan observasi, tim KKNT Inovasi IPB University juga berdiskusi dengan pemilik usaha mengenai perjalanan UMKM yang telah dijalankan, strategi pemasaran yang diterapkan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam memperluas jangkauan pasar. “Usaha Ibu sudah berjalan sekitar lima tahun, kendala yang paling menonjol itu di pemasaran. Ibu sudah mencoba jual ke tempat wisata tapi butuh waktu lama untuk habis dibandingkan jual ke pasar yang dua hari sudah habis” ujar Ibu Nden.
Dari hasil diskusi lebih lanjut, Ibu Nden juga menceritakan sejumlah kendala operasional yang turut memengaruhi keberlangsungan usahanya. “Produksi itu tergantung ada tidaknya pisang, jadi kadang susah kalau bahannya lagi tidak ada,” ujar Ibu Nden. Ia juga menjelaskan sistem penjualan produknya, “Kalau ke pasar sudah ada pengepulnya, jualnya juga sudah dalam kondisi matang. Ke warung juga dititipkan. Untuk kemasan kecil itu 30 gram, dijual dua ribu rupiah. Kalau yang pack, ke warung enam belas ribu, ke pasar lima belas ribu,” ujarnya. Ibu Nden menambahkan, dari sekitar 10 kilogram bahan baku biasanya dihasilkan sekitar 10 bungkus pack besar, dan satu pack besar itu berisi sekitar 10 bungkus kecil. Selain itu, ia mengakui usahanya belum memiliki izin P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
Meski demikian, Ibu Nden menyampaikan bahwa produknya sebenarnya sudah memiliki identitas merek sendiri, yaitu Keripik Pisang Riskasari, namun aspek pelabelan pada kemasan masih perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk.
Sebagai tindak lanjut dari hasil identifikasi tersebut, melalui program UMKM Go!, mahasiswa akan memberikan pendampingan berupa pembuatan banner usaha sebagai media promosi di lokasi produksi serta desain label kemasan yang lebih informatif, menarik, dan mencerminkan identitas produk. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas usaha, memperkuat citra merek, serta memberikan nilai tambah pada produk sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui program UMKM Go!, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Desa Cibeusi. Penguatan identitas visual melalui banner dan label kemasan diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas peluang pemasaran, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui inovasi yang sederhana namun berdampak.
- Rokhmat Satrio Ramadhan
- Mahasiswa prodi Agronomi dan Hortikultura IPB University
- rokhmatsarzrio19@gmail.com
- 0895333461454
-
WhatsApp-Image-2026-08-24-at-17.21.13 - Setuju







