Warga bersama mahasiswa KKNT-131 Undip mempraktikkan aplikasi pestisida nabati di Taman TOGA Desa Mluweh, Minggu (26/7/2026).
SEMARANG, 26 Juli 2026 — Dalam upaya mendukung pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tim (KKNT)-131 Universitas Diponegoro (Undip) menggelar rangkaian program pelatihan pembuatan pestisida nabati bagi kelompok tani di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada Sabtu dan Minggu (25–26 Juli 2026). Kegiatan yang menyasar Kelompok Tani Rukun Santoso dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga Indah ini bertujuan mengedukasi warga mengenai aplikasi dan pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif ramah lingkungan bagi pestisida kimia. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Selama ini, kelompok tani di Desa Mluweh masih bergantung pada pestisida kimia yang berpotensi memberikan dampak buruk terhadap tanaman maupun ekosistem lahan pertanian dalam jangka panjang. Padahal, desa ini memiliki sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan, seperti serai, daun mimba, dan limbah kulit bawang merah. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKNT-131 Undip merancang program yang berfokus mengalihkan penggunaan pestisida kimia menjadi pestisida nabati, khususnya bagi warga yang bergerak di bidang pertanian.
Pelatihan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama, Program Pra Global bertajuk “TOGA Sehat Lewat Pestisida Hebat: Aplikasi Pestisida Nabati”, dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 15.30–17.30 WIB di kediaman Ketua KWT dan Taman TOGA setempat. Warga diajak langsung mempraktikkan pengaplikasian pestisida nabati berbahan kulit bawang merah, serai, dan daun mimba pada tanaman di Taman TOGA. Kegiatan ini turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN, yaitu Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Titik Ekowati, M.Sc., yang disambut antusias oleh peserta.
Peserta Kelompok Wanita Tani (KWT) mengikuti pelatihan aplikasi pestisida nabati ramah lingkungan di pekarangan lahan TOGA KWT, Sabtu (25/7/2026).
Tahap kedua, Program Global 1 bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Produksi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan”, digelar keesokan harinya, Minggu, 26 Juli 2026 pukul 13.30–15.40 WIB di kediaman Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), dengan warga dilatih membuat sendiri pestisida nabati dari bahan yang sama. Selama kedua kegiatan berlangsung, warga menunjukkan antusiasme tinggi, aktif bertanya, dan menyimak pemaparan materi dengan saksama.
Dari sisi hasil, kedua program ini menunjukkan peningkatan positif. Program Pra Global berhasil mengedukasi warga mengenai tata cara pengaplikasian pestisida nabati yang tepat, aman bagi tubuh, dan tidak merusak tanaman maupun ekosistem, sementara Program Global 1 menghasilkan produk pestisida nabati yang dibuat secara mandiri oleh peserta. Warga pun memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai cara mengaplikasikan sekaligus membuat pestisida nabati dari bahan-bahan lokal.
Peserta pelatihan pembuatan pestisida nabati ramah lingkungan di kediaman Ketua Gapoktan yang penuh antusiasme warga saat sesi tanya jawab dalam program pelatihan pestisida nabati di Desa Mluweh, Minggu (26/07/2026)
Rangkaian pelatihan hingga proses pengolahan hasil ini didampingi oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Prof. Dr. Widowati, S.Si., M.Si., Prof. Dr. Ir. Titik Ekowati, M.Sc., dan Dr. Drs. Jafron Wasiq Hidayat, M.Sc., bersama Ketua Gapoktan Fahrurozi dan Ketua KWT Ragil Sugiyarti.
“Selama ini kami hanya menyemprot tanaman pakai pestisida kimia yang dibeli, padahal bahan seperti kulit bawang dan serai itu banyak di sekitar rumah kami. Sekarang kami tahu cara membuatnya sendiri, jadi lebih hemat dan tanaman TOGA kami juga lebih aman. Ini akan terus kami terapkan di kegiatan KWT ke depannya,” ujar Ketua KWT Kenanga Indah, Ragil Sugiyarti.
“Petani di sini sudah lama bergantung pada pestisida kimia karena dianggap paling praktis, padahal lama-lama lahan jadi rusak. Dengan pelatihan ini, anggota kelompok tani punya alternatif yang bahannya mudah didapat dan biayanya jauh lebih murah. Harapan kami, cara ini terus dipakai supaya hasil panen lebih sehat dan lahan tetap subur untuk jangka panjang,” ujar Ketua Kelompok Tani Rukun Santoso, Fahrurozi.
Program ini diharapkan dapat mendorong peralihan penggunaan pestisida kimia menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan, sehingga mampu mencegah serangan hama dalam jangka panjang serta menghasilkan produk pertanian yang lebih bebas residu dan organik. Hingga saat ini, belum terdapat rencana kegiatan lanjutan dari program tersebut, namun peserta telah menunjukkan peningkatan penggunaan pestisida nabati dan mulai meninggalkan penggunaan pestisida kimia
Penulis/Reporter: Marco Steven Nugroho, Riza Rizki Pratama
Fotografer: Marco Steven Nugroho, Intan Mustika Sari, Khaida Usay Nabila
Kontak Media: kkntmluweh2026@gmail.com (Email) | kknt131_desamluweh (Instagram)
- Marco Steven Nugroho
- Mahasiswa Program Studi Biologi, Universitas Diponegoro
- marcostevennugroho@gmail.com
- 085213698597
-
1000386528 - Setuju














