TUNTANG, KABUPATEN SEMARANG — Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Tengah bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 97 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan sarasehan di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang tepatnya di Kampoeng Banyumili, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kolaborasi sekaligus membahas pengembangan program pertanian LPPNU Jawa Tengah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan makan siang bersama serta diskusi antara pengurus LPPNU Jawa Tengah dan mahasiswa KKNT 97. Kegiatan membahas sejumlah agenda, mulai dari persiapan Pendidikan Kader Penggerak Pertanian NU (PKPPNU), penguatan ekosistem pertanian untuk mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pemetaan potensi komoditas dan prioritas program. PKPPNU yang dijadwalkan pada 5 – 8 September 2026 diarahkan untuk membentuk kader penggerak pertanian, meningkatkan kapasitas, serta membangun kemandirian dan kedaulatan pangan.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T 97, Sekaligus Sekretaris LPPNU Jawa Tengah, Slamet Suharto, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa PKPPNU tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pelatihan, tetapi juga pembentukan kader penggerak pertanian di lingkungan NU.
“PKPPNU merupakan pendidikan dan pelatihan kader petani untuk membentuk organ penggerak petani, meningkatkan kapasitas, serta membangun ideologi petani yang mandiri dan berdaulat pangan,” ungkap Slamet.
Menurutnya, PKPPNU juga memiliki nilai pengabdian melalui sektor pertanian sebagai bentuk upaya menjaga lingkungan dan membangun kehidupan masyarakat yang bermartabat.
“Ini merupakan manifestasi syukur umat manusia dalam bentuk merawat jagad dan membangun peradaban bermartabat,” lanjutnya
Dalam persiapannya, PKPPNU akan membahas empat isu strategis, yaitu akses lahan dan pupuk, pasar, kebijakan, serta industri pertanian. Selain itu, sarasehan membahas peluang penguatan ekosistem pertanian untuk mendukung MBG melalui keterhubungan antara petani lokal dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pembahasan juga menyoroti konsep integrated farming yang menggabungkan sektor pertanian dan perikanan. Konsep tersebut diharapkan dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra lainnya agar inovasi pertanian dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Pada pemetaan komoditas, jagung dan kopi menjadi perhatian. Jagung berpotensi dikembangkan melalui penguatan pascapanen dan produksi silase, sedangkan kopi diarahkan pada peningkatan kualitas, pendampingan sertifikasi, serta penguatan kapasitas petani melalui rencana sekolah kopi.
LPPNU juga mendorong kerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat penerapan inovasi dan pengembangan agribisnis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas petani sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi hasil pertanian.
Melalui sarasehan ini, LPPNU Jawa Tengah dan KKNT 97 mengidentifikasi berbagai potensi dan kebutuhan dalam pengembangan pertanian NU. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan kedaulatan pangan, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan agribisnis, SDG 12 (Responsible Consumption and ) melalui penerapan integrated farming dan pemanfaatan hasil/pascapanen pertanian agar sumber daya lebih optimal dan tidak terbuan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara petani, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
- Rafi Dwi Aryanto (23020223120009) & Malikhatul Khusna (23020323130048)
- KKN Tematik 97 Edi Mancoro, Universitas Diponegoro
- rafidwiaryanto038@gmail.com
- 083825200133
-
WhatsApp-Image-2026-08-22-at-15.09.45 - Setuju















