NEWSFEED.ID, Semarang — Dalam rangka mendukung program pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) di Kota Semarang, tim dosen Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama mahasiswa KKN Tematik melaksanakan kegiatan serah terima bibit cabai kepada warga Kecamatan Tembalang. Sebanyak 3.150 benih bibit cabai diserahkan secara simbolis dalam sebuah acara yang berlangsung di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat skema IPTEK Bagi Daerah Binaan UNDIP (IDBU) yang diusung oleh Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal di Kecamatan Tembalang melalui pendekatan urban farming yang terintegrasi antara sektor pertanian dan peternakan.
Acara serah terima bibit dihadiri oleh jajaran dosen pembimbing KKN dari UNDIP, yakni Dr. Vita Restitrisnani, Dr. Nuruliarizki Shinta Pandupuspitasari, dan Dr. Ari Prima, yang sekaligus bertindak sebagai tim pengusul program IDBU. Dari pihak pemerintah setempat, hadir Sekretaris Kecamatan Tembalang, Bapak Sigit, yang didampingi oleh para lurah dan ketua RT/RW se-Kecamatan Tembalang.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Tembalang menyambut baik inisiatif UNDIP dalam mendukung gerakan pertanian perkotaan yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Semarang, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2021 tentang RPJMD Kota Semarang dan Peraturan Wali Kota Nomor 24 Tahun 2021 tentang Gerakan Pembudayaan Pertanian Perkotaan di Kota Semarang.
Kecamatan Tembalang, yang terletak di bagian tenggara Kota Semarang dengan luas sekitar 42,34 km², menghadapi tantangan berkurangnya lahan hijau akibat pesatnya urbanisasi. Di tengah kondisi tersebut, penanaman 3.150 benih bibit cabai hadir sebagai solusi nyata yang dapat dilakukan oleh masyarakat di lahan terbatas, termasuk di pekarangan rumah.
Pemilihan cabai sebagai komoditas prioritas bukan tanpa alasan. Cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harganya kerap bergejolak. Dengan mendorong warga untuk menanam cabai sendiri, diharapkan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah dapat berkurang secara bertahap.
Dr. Vita Restitrisnani, selaku ketua tim pengusul, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman bibit ini merupakan bagian dari rangkaian program yang lebih luas. “Program ini tidak hanya berhenti pada pemberian bibit. Masyarakat juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan, termasuk teknik bertanam dengan sistem hidroponik yang tidak memerlukan lahan luas,” ujarnya.
Program IDBU ini menggunakan pendekatan participatory action research, di mana pemerintah kecamatan, masyarakat, dan tim pelaksana dari UNDIP dilibatkan bersama-sama sejak perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan. Mahasiswa dari minimal tiga fakultas — Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Teknik (Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota), serta Fakultas Ekonomi — turut berpartisipasi melalui program KKN Tematik selama 45 hari di lokasi.
Selain distribusi bibit cabai, program ini juga mencakup pelatihan pembuatan pakan ternak berbasis limbah pertanian melalui teknologi silase, serta pelatihan pertanian hidroponik menggunakan mini greenhouse. Kedua teknologi ini dirancang untuk menjawab dua permasalahan utama yang dihadapi mitra, yaitu keterbatasan lahan pertanian dan sulitnya peternak dalam memperoleh pakan berkualitas dengan harga terjangkau.
Program ini diharapkan dapat menjadi model urban farming yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah perkotaan lainnya.
Sekretaris Kecamatan Tembalang, Bapak Sigit, menyatakan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan berharap program serupa dapat terus berlanjut. “Kami berterima kasih kepada UNDIP yang telah memilih Kecamatan Tembalang sebagai mitra binaan. Semoga dengan adanya program ini, masyarakat kami semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” ungkapnya.
Tim dosen pembimbing UNDIP menegaskan bahwa pendampingan terhadap mitra tidak akan berhenti setelah program selesai. Kolaborasi antara UNDIP dan Kecamatan Tembalang diharapkan dapat terus bersinergi secara berkelanjutan demi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan pertanian, sekaligus mendukung pencapaian ketahanan pangan lokal yang lebih kuat.
—
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Diponegoro skema IPTEK Bagi Daerah Binaan UNDIP (IDBU) Tahun 2025, yang dilaksanakan oleh tim dari Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP.











