NEWSFEED.ID, Sidoarjo – Inovasi produk pangan lokal kembali lahir dari Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Bersama masyarakat setempat, Ruhillah Khadijah, mahasiswi Universitas Brawijaya yang tergabung dalam program Beasiswa DesaMind, berhasil mengembangkan produk telur bebek aneka rasa yang kini telah dipasarkan kepada masyarakat.
Produk inovatif ini hadir dalam tiga varian rasa, yaitu Original, Soto, dan Rendang. Ketiga varian tersebut menawarkan cita rasa yang khas dan berbeda dari telur bebek pada umumnya. Varian Original mempertahankan rasa gurih alami telur bebek, sementara varian Soto menghadirkan aroma rempah khas masakan Nusantara yang menggugah selera. Adapun varian Rendang menawarkan perpaduan bumbu rempah yang kaya sehingga menghasilkan rasa yang lebih kuat dan unik.
Pengembangan produk ini dilakukan oleh tiga orang yang bekerja sama dengan masyarakat Desa Prasung untuk menciptakan nilai tambah bagi hasil peternakan lokal. Melalui inovasi tersebut, telur bebek tidak hanya menjadi bahan pangan sehari-hari, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang lebih tinggi sebagai produk unggulan desa.
Dukungan dari pemerintah desa turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan produk ini. Pemerintah Desa Prasung memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Dukungan tersebut mendorong terciptanya produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing di pasar.

Saat ini, telur bebek aneka rasa tersebut telah dipasarkan dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Keunikan rasa yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang ingin mencoba olahan telur bebek dengan sensasi baru.
Ke depan, produk telur bebek rasa Original, Soto, dan Rendang diharapkan dapat berkembang menjadi oleh-oleh khas Desa Prasung, Sidoarjo, sekaligus menjadi identitas kuliner desa yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Inovasi ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan produk kreatif yang bernilai ekonomi serta mendukung pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.











