NEWSFEED.ID, Batang — Hampir sepertiga lansia di Desa Brokoh mengalami hipertensi. Temuan ini diperoleh mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan saat melaksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Tahun 2026. Salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia adalah hipertensi. Sering kali hipertensi tidak menimbulkan gejala yang jelas, tetapi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik.
Permasalahan tersebut ditemukan dalam kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan Tahun 2026 di Desa Brokoh. Berdasarkan hasil pendataan terhadap 51 lansia, hipertensi menjadi penyakit terbanyak kedua yang dialami responden, yaitu sebesar 31,4 persen atau sebanyak 16 orang. Sementara itu, gangguan penglihatan menempati urutan pertama dengan persentase 35,3 persen (18 orang), disusul asam urat sebesar 29,4 persen (15 orang).
Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyakit kronis masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Meskipun sebanyak 72 persen lansia tercatat rutin melakukan kontrol kesehatan, upaya promotif dan preventif tetap perlu diperkuat agar risiko komplikasi akibat hipertensi dapat ditekan sedini mungkin.
Selain tingginya kasus hipertensi, tim mahasiswa juga menemukan berbagai faktor risiko kesehatan di masyarakat, seperti kebiasaan membakar sampah di area terbuka, tingginya paparan asap rokok di lingkungan rumah, serta masih rendahnya aktivitas fisik pada sebagian kelompok usia lanjut. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku hidup sehat perlu terus didorong melalui keterlibatan berbagai pihak di tingkat desa.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan menginisiasi program “GAS BRO!” atau Gerakan Sadar Brokoh Bebas Hipertensi. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya lansia, terhadap pentingnya aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular.
Kegiatan GAS BRO! dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Posyandu Lansia Al-Barokah di Dukuh Kupang, Desa Brokoh. Program ini melibatkan kader kesehatan, bidan desa, serta berbagai unsur masyarakat dalam pelaksanaannya. Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi senam lansia bersama, pemeriksaan tekanan darah, penimbangan berat badan, serta pembagian obat dan vitamin rutin bagi peserta.

Sebanyak 40 lansia mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Meski lokasi pelaksanaan memiliki keterbatasan ruang gerak, semangat peserta tetap tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Bidan Desa Brokoh yang turut mendampingi kegiatan menjelaskan bahwa hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian pada kelompok lanjut usia.
“Kami berharap lansia tidak hanya datang ketika sakit. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
Salah satu peserta lansia mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan untuk berolahraga sekaligus memantau kondisi kesehatannya.
“Kegiatan ko ngene ki yo aku seneng nemen, Mbak. Soale manfaat banget iso ketemu tonggo, dongengan dedi rahat, stress yo ilang. Saka posyandu iki aku dedi ngerti kondisi awak, sehat opo ora,” (Saya senang sekali dengan kegiatan seperti ini. Selain bisa bertemu tetangga dan berbincang bersama, pikiran menjadi lebih rileks. Dari posyandu ini saya juga bisa mengetahui kondisi kesehatan saya.) ungkap salah seorang peserta lansia.
Aktivitas fisik seperti senam lansia merupakan salah satu upaya sederhana namun efektif dalam membantu mengendalikan tekanan darah. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, memperbaiki sirkulasi darah, serta meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan.
Program GAS BRO! menjadi bukti bahwa upaya peningkatan kesehatan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui intervensi yang rumit dan berbiaya besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan partisipasi masyarakat justru dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
Pengalaman di Desa Brokoh menunjukkan bahwa upaya mencegah hipertensi tidak selalu membutuhkan program yang rumit. Aktivitas sederhana seperti senam bersama dan pemeriksaan kesehatan berkala dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan lansia yang lebih sehat dan produktif.
Penulis:
- Intan Mukti Juwita
- Putri Nilna Nabilah
- Elsa Cornelia Putri
- Caesar Thariq Kemal Habibie
- Soffy Aura Putri
- Amelia Putri
- Safira Imelda Sari
Tim PBL Desa Brokoh Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Universitas Pekalongan
Dosen Pembimbing Lapangan: Yuniarti, S.KM., M.Kes.












