BeritaPendidikan

Mahasiswa UNDIP Bekali Remaja Keterampilan Perlindungan Diri melalui Kegiatan BESTARI

Avatar photo
27
×

Mahasiswa UNDIP Bekali Remaja Keterampilan Perlindungan Diri melalui Kegiatan BESTARI

Sebarkan artikel ini
Kegiatan “BESTARI: Bersama Kenali Batasan Diri dan Lindungi Diri!” yang digelar pada Kamis (11/6/2026)

NEWSFEED.ID, Semarang – Tidak hanya mendengarkan materi, 30 siswa SMP Negeri 30 Kota Semarang diajak langsung mempraktikkan cara mampu berani berkata “tidak”, menyampaikan ketidaknyamanan, dan melindungi diri dari situasi yang tidak aman melalui simulasi roleplay dalam kegiatan “BESTARI: Bersama Kenali Batasan Diri dan Lindungi Diri!”, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi D4 Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, berkolaborasi dengan DP3A Kota Semarang. BESTARI hadir sebagai upaya edukasi preventif bagi remaja agar mampu memahami situasi tidak aman, menyampaikan ketidaknyamanan, serta berani menolak tindakan yang melanggar batasan diri.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diberi pengetahuan mengenai perlindungan diri, tetapi juga diajak untuk berlatih secara langsung. Metode roleplay dipilih karena memberikan ruang bagi siswa untuk memerankan situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, lalu mempraktikkan cara meresponsnya secara aman dan tepat.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, dan penjelasan mengenai alur simulasi. Setelah itu, siswa mengikuti roleplay awal untuk melihat respons mereka terhadap situasi yang berisiko. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan refleksi dan penguatan materi mengenai konsep perlindungan diri 3R, yaitu Recognize, Resist, dan Report.

Sesi roleplay untuk melatih komunikasi asertif.

Dalam sesi penguatan materi, siswa dikenalkan pada pentingnya mengenali situasi tidak aman, menolak dengan tegas, serta melaporkan kejadian kepada pihak yang dapat dipercaya. Materi komunikasi asertif juga diberikan agar siswa memahami bahwa berkata “tidak” merupakan bentuk perlindungan diri, bukan sikap tidak sopan.

Setelah sesi istirahat, siswa kembali mengikuti roleplay akhir. Pada tahap ini, siswa diberi kesempatan untuk menerapkan pemahaman yang telah diperoleh sebelumnya. Mereka dilatih agar lebih percaya diri dalam menyampaikan batasan, menunjukkan sikap tegas, dan mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Siswa tampak aktif mengikuti simulasi dan terlibat dalam setiap tahapan kegiatan. Melalui pendekatan berbasis pengalaman langsung, BESTARI menjadi ruang belajar yang lebih dekat dengan realitas remaja karena siswa dapat mempraktikkan sendiri cara menjaga diri dalam situasi yang mungkin mereka temui.

Siswa SMP Negeri 30 Semarang Mengikuti Kegiatan BESTARI.

Urgensi kegiatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa risiko kekerasan seksual dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh orang di lingkungan sekitar. Karena itu, remaja perlu dibekali keterampilan perlindungan diri agar tidak hanya mengetahui bahaya, tetapi juga mampu mengambil sikap ketika berada dalam kondisi yang tidak aman. Melalui BESTARI, diharapkan siswa memiliki keberanian untuk mengenali batasan diri, menyampaikan penolakan, dan mencari pertolongan kepada pihak terpercaya.

Firman Setiawan

Penulis: Aulia Az Zahra

Mahasiswa Program Studi D4-Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id