NEWSFEED.ID, SEMARANG – Mahasiswa Tim 37 KKN-T Kelompok 2 Universitas Diponegoro menggelar program pemasangan lubang biopori dengan memanfaatkan botol bekas sebagai solusi sederhana mengatasi masalah banjir di wilayah RW 03, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung pada 18 Juli 2025 sejak pukul 08.00 WIB dan melibatkan partisipasi warga secara langsung.
Lubang biopori yang dibuat melalui metode unik ini bertujuan mengelola limbah organik rumah tangga secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya serap air tanah. Botol bekas yang telah dilubangi ditempatkan secara vertikal di tanah dengan mengisi campuran limbah hijau seperti sisa sayur dan daun segar serta limbah coklat seperti daun kering dan kertas dalam perbandingan 2:3. Setelah 2 sampai 3 bulan, limbah yang terurai dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang berguna memperbaiki kesuburan tanah.
Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek teknologi lingkungan, tetapi juga mengutamakan kolaborasi aktif antara mahasiswa, warga, serta pemerintah kelurahan. Warga RW 03 Tembalang dilibatkan mulai dari persiapan, penggalian lubang biopori, hingga pengisian limbah. Para warga juga memberikan masukan terkait lokasi pemasangan lubang yang strategis dan membantu koordinasi bersama RT setempat. ”Harapannya program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dapat berlanjut dan diterapkan secara mandiri oleh warga di lingkungan masing-masing”, ucap seorang warga RW 3.

Para warga RW 03 memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program ini. Seorang warga menyampaikan harapannya agar program lubang biopori tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan dapat diteruskan secara mandiri dan digulirkan di berbagai wilayah rawan genangan air. Mereka merasa metode ini sangat praktis karena menggunakan bahan bekas yang mudah ditemukan, tanpa membutuhkan biaya atau peralatan besar.
Selain sebagai solusi menanggulangi banjir, program ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan limbah dan konservasi air tanah. Warga berharap kegiatan ini menjadi bagian gaya hidup berkelanjutan sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Hasil kompos dari lubang biopori pun dinilai dapat meningkatkan keindahan dan ketahanan pangan di lingkungan rumah tangga. Harapan lainnya diucapkan oleh warga RW 3 ”Kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah-wilayah lain yang memiliki risiko genangan air, dengan dukungan dari pemerintah kelurahan dan instansi terkait agar manfaatnya semakin meluas”.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi sederhana dari mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro, RW 03 Kelurahan Tembalang mulai mengambil langkah positif dalam mengatasi permasalahan banjir sekaligus memanfaatkan limbah plastik dan organik demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat.











