BeritaKuliah Kerja Nyata

Demonstrasi Eco Candle oleh KKN-T TIM 37 UNDIP Kelompok 1, Upaya Edukasi Olah Limbah Jelantah jadi Lilin Aromaterapi

Avatar photo
110
×

Demonstrasi Eco Candle oleh KKN-T TIM 37 UNDIP Kelompok 1, Upaya Edukasi Olah Limbah Jelantah jadi Lilin Aromaterapi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Undip Tim 37 berfoto bersama warga RT 3 RW 1, Kelurahan Tembalang, Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan "Eco Candle Creation" yang mengajarkan warga cara mengubah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.

NEWSFEED.ID, SEMARANG — Minggu, 27 Juli 2025 telah berlangsung kegiatan pelatihan Eco Candle Creation oleh Tim KKN-T 37 Kelompok 1, bertempat di RT 3 RW 1 Kelurahan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini memanfaatkan minyak jelantah, yang umumnya dianggap sebagai limbah rumah tangga, sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan.

Melihat hal tersebut, Tim KKN-T 37 Kelompok 1 menginisiasi program Eco Candle Creation sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus edukasi kewirausahaan. Pelatihan ini bertujuan mengedukasi warga tentang cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama warga, dilanjutkan dengan pembagian brosur panduan, serta demonstrasi pembuatan lilin dari proses penyaringan minyak, pencampuran stearic acid dan pewarna, penambahan aroma, hingga proses pencetakan dan pengemasan.

A group of women standing around a table AI-generated content may be incorrect.
Mahasiswa KKN Undip Tim 37 mendemonstrasikan cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Program “Eco Candle Creation” ini bertujuan mengedukasi warga Kelurahan Tembalang, Semarang, tentang pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis.

Warga RT 3 RW 1 menunjukkan antusiasme tinggi. Ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat tidak hanya hadir, tetapi juga aktif mengikuti praktik langsung. Beberapa warga bahkan membawa minyak bekas dari rumah mereka sebagai bentuk dukungan kegiatan. Diskusi interaktif berlangsung selama kegiatan, menunjukkan minat warga terhadap pengembangan usaha berbasis limbah rumah tangga. Ide-ide seperti produksi bersama dan pemasaran lokal mulai muncul dari masyarakat sendiri.

Ratu Chusnul Chotimah dari tim pelaksana menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. “Minyak jelantah seringkali dianggap limbah, padahal jika diolah bisa bernilai jual. Kami ingin warga melihat potensi itu,” ungkapnya. Fatmawati, Ketua PKK RT 3 RW 1, berharap kegiatan ini bisa menjadi cikal bakal usaha mandiri masyarakat. Ia juga berharap adanya dukungan lebih lanjut agar program semacam ini dapat berkelanjutan.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id