BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN UNDIP Berdayakan UMKM Lokal Desa Banjardawa Melalui Penguatan Legalitas, Manajemen Keuangan, dan Kualitas Produksi

Avatar photo
4
×

Mahasiswa KKN UNDIP Berdayakan UMKM Lokal Desa Banjardawa Melalui Penguatan Legalitas, Manajemen Keuangan, dan Kualitas Produksi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN UNDIP melaksanakan program pembuatan NIB, edukasi K3, penyusunan katalog produk, dan sanitasi lingkungan.

NEWSFEED.ID, BanjardawaMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program pemberdayaan dan peningkatan kualitas UMKM lokal Desa Banjardawa. Kegiatan ini mengusung tema penguatan legalitas usaha, manajemen keuangan, serta kualitas produksi, dengan sasaran utama pelaku usaha keripik tempe dan ikan asap yang masih bertahan dengan cara-cara konvensional.

Desa Banjardawa memiliki sejumlah UMKM lokal yang potensial. Produk unggulan seperti keripik tempe dan ikan asap telah menjadi sumber penghidupan sebagian warga. Namun, hasil survei menunjukkan masih banyak ruang peningkatan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Beberapa pelaku usaha masih mengandalkan metode pemasaran tradisional, sementara aspek legalitas, pencatatan keuangan, pengelolaan stok, hingga standar kebersihan produksi belum sepenuhnya diterapkan.

Salah satu program prioritas adalah pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB menjadi identitas resmi usaha yang sangat penting untuk memperkuat posisi legal UMKM. Melalui pendampingan ini, pelaku usaha dibantu memahami alur pendaftaran hingga memperoleh NIB. Sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha juga digelar agar masyarakat semakin sadar bahwa kepemilikan NIB bukan sekadar formalitas, melainkan kunci untuk mengakses permodalan, pemasaran yang lebih luas, serta perlindungan hukum.

Khusus untuk UMKM ikan asap yang telah berdiri hampir 50 tahun, dilakukan langkah digitalisasi promosi. Website informasi dibuat berisi profil sejarah usaha, perjalanan panjang

produksi selama puluhan tahun, informasi produk, katalog, serta kontak pemesanan. Upaya ini dilengkapi dengan pembuatan foto produk yang lebih menarik, penyusunan katalog, dan pemasangan plang usaha. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi UMKM Desa Banjardawa di tengah persaingan pasar yang semakin ter-digitalisasi.

Di bidang produksi, perhatian difokuskan pada peningkatan kualitas dan kebersihan. Edukasi perilaku sanitasi dan higienitas untuk home industry diberikan agar proses produksi ikan asap memenuhi standar kebersihan yang lebih baik. Hal ini penting untuk menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Selain itu, dilakukan evaluasi efisiensi pengasapan menggunakan batok kelapa. Tujuannya adalah agar penggunaan bahan bakar lebih hemat dan proses produksi semakin optimal.

Limbah yang dihasilkan selama proses produksi juga tidak dibiarkan begitu saja. Edukasi pembuatan kompos dari limbah daun kukusan ikan diperkenalkan sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus bernilai guna. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya hanya dibuang, dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.

Mahasiswa KKN UNDIP melaksanakan program pelatihan pencatatan digital dan manajemen persediaan di Desa Banjardawa, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang

Pada aspek manajemen usaha, pelaku UMKM dilatih dalam pencatatan keuangan menggunakan SIAPIK (Sistem Informasi Pencatatan Keuangan). Pelatihan ini bertujuan agar arus kas usaha tercatat dengan rapi dan transparan, sehingga memudahkan pengambilan keputusan bisnis. Pendampingan manajemen persediaan juga dilakukan melalui pencatatan stok sederhana menggunakan kartu stok atau Microsoft Excel. Pengenalan metode FIFO (First In First Out) turut disampaikan agar pengelolaan stok lebih tertib dan mengurangi risiko kerusakan barang.

Tak kalah penting, edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disampaikan sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja di lokasi produksi ikan asap. Kesadaran akan pentingnya K3 diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman bagi pelaku usaha maupun tenaga kerjanya.

Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap UMKM lokal Desa Banjardawa mampu naik kelas. Dengan legalitas yang kuat, manajemen keuangan yang tertib, kualitas produksi yang lebih baik, serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan, usaha mikro setempat diharapkan semakin berdaya saing dan mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, inovasi industri, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Penulis: Tim KKN Reguler Desa Banjardawa

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id