Pelayanan publik yang responsif dan transparan merupakan kunci good governance di tingkat desa. Namun, tidak semua masyarakat merasa leluasa menyampaikan pendapat, kritik, atau saran secara langsung, banyak yang khawatir akan privasi atau adanya tekanan sosial.
Mahasiswa IDBU KKN-T Tim 15 Universitas Diponegoro menciptakan wadah bagi Masyarakat Desa Rembun untuk dapat menyampaikan aspirasinya secara online dan anonim dibawah bimbingan Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., serta Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi terhadap tata kelola desa melalui Google Form yang dapat diakses melalui scan QR Barcode.
Melalui Google Form yang dirancang anonim, warga desa dapat lebih bebas menyampaikan aspirasi tanpa perlu menyebutkan identitas, sehingga tercipta saluran komunikasi dua arah yang efektif, aman, dan inklusif antara masyarakat dengan pemerintah desa.
Tahap pertama yang dilakukan, mahasiswa KKN-T melakukan pendekatan dengan warga Desa Rembun, lalu mengajak warga untuk mengisi Google Form mengenai aspirasi terhadap sistem tata kelola desa di Rembun. Mahasiswa KKN-T juga memberikan pendampingan praktis kepada perangkat desa dalam mengelola, merespons, dan menindaklanjuti aspirasi yang masuk sehingga setiap suara masyarakat dapat didengar dan diakomodasi secara profesional.
Output yang dihasilkan dari program kerja yang diciptakan Mahasiswa Universitas Diponegoro adalah Banner yang akan diletakkan di Balai Desa Rembun. Inovasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga desa dan memungkinkan tata kelola desa yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Program kerja yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro ini tidak hanya mendorong orang untuk berani menyampaikan aspirasinya, tetapi juga membantu pemerintah desa mempercepat penerapan literasi digital.











