NEWSFEED.ID, BATANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro (Undip) membawa angin segar bagi warga Dusun Tumbrep, Kecamatan Bandar. Bukan sekadar memberikan bantuan, para mahasiswa ini membekali warga dengan keterampilan baru melalui pelatihan pembuatan probiotik perikanan, sebuah program yang dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Kegiatan yang berpusat di Balai Dusun Tumbrep ini disambut antusias oleh puluhan masyarakat. Selama ini, mereka menghadapi tantangan klasik: mahalnya harga pakan pabrikan yang menggerus keuntungan dan terkadang lambatnya pertumbuhan ikan. Melihat kondisi tersebut, tim KKN Undip Tim 41 Tahun 2025 menggagas program pelatihan yang berfokus pada kemandirian warga.
“Tujuan utama kami bukan sekadar memberi produk jadi, tapi memberikan ‘kailnya’, yaitu ilmunya,” ujar Andika Kusuma Aji, koordinator program, saat ditemui di lokasi pelatihan, 8 Juli 2025. “Kami ingin warga bisa mandiri memproduksi probiotik ini kapan pun mereka butuh. Ini adalah langkah pertama menuju efisiensi usaha perikanan mereka.”

Dalam sesi pelatihan yang interaktif, mahasiswa mendemonstrasikan secara langsung cara meracik probiotik menggunakan bahan-bahan yang melimpah di sekitar dusun, seperti air kelapa, molase/tetes tebu, yakult, dan fermipan. Warga diajak untuk ikut serta dalam setiap langkah, mulai dari menakar bahan hingga memahami proses fermentasi yang benar.
Probiotik ini berfungsi untuk meningkatkan kesehatan pencernaan ikan, sehingga penyerapan nutrisi dari pakan menjadi lebih maksimal. Hasilnya, ikan menjadi lebih sehat, pertumbuhannya lebih cepat, dan tingkat kematian (mortalitas) dapat ditekan. Potensi program ini ternyata tidak berhenti di skala kolam pribadi. Pelatihan ini berhasil memantik ide-ide wirausaha di benak para peserta.
“Ibu Ketua RT 03, salah seorang masyarakat yang mengikuti pelatihan, menyatakan optimismenya. “Ilmunya sangat berharga. Selain untuk skala komersil ini juga membantu mengatasi masalah limbah sampah yang ada, kami jadi terpikir, kenapa tidak diproduksi lebih banyak untuk dijual? Kalau kualitasnya bagus dan harganya terjangkau, pasti banyak masyarakat lain di desa sebelah yang butuh. Ini bisa jadi usaha baru di masyarakat,” tuturnya penuh semangat.
Peluang inilah yang menjadi target jangka panjang dari program KKN Undip. Dengan menjadikan Dusun Tumbrep sebagai produsen probiotik lokal, masyarakat tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan.
Program ini adalah wujud nyata pemberdayaan ekonomi berbasis pengetahuan. Mahasiswa berhasil mengidentifikasi masalah dan memberikan keterampilan yang bisa menjadi modal usaha bagi masyarakat. Inilah esensi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian yang berdampak langsung.
Dengan bekal keterampilan baru ini, warga Dusun Tumbrep kini selangkah lebih maju, siap meningkatkan hasil panen ikan mereka sekaligus merintis jalan menuju kemandirian ekonomi.











