NEWSFEED.ID, YOGYAKARTA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Berani Bicara: Pemberdayaan Public Speaking Berbasis Storytelling Sederhana bagi Anak Rumah Yatim Kaliurang” pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Yatim Kaliurang ini dihadiri oleh 18 anak-anak peserta dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan serta kepercayaan diri mereka dalam berbicara di depan umum.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan komunikasi sebagai salah satu keterampilan dasar yang dibutuhkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari maupun proses pendidikan. Melalui pelatihan public speaking yang dikombinasikan dengan metode storytelling sederhana, peserta diajak untuk belajar menyampaikan ide, pengalaman, dan cerita dengan lebih percaya diri serta terstruktur.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dasar public speaking oleh tim mahasiswa. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada pentingnya komunikasi yang efektif, cara berbicara dengan jelas, penggunaan bahasa yang baik, serta teknik membangun kepercayaan diri saat tampil di depan banyak orang. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta sehingga mudah dipahami dan diterapkan.

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan interaktif yang dirancang untuk meningkatkan keberanian anak-anak dalam berkomunikasi. Melalui aktivitas tersebut, peserta didorong untuk aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat, serta berinteraksi dengan teman-teman mereka dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif.
Sesi berikutnya adalah praktik storytelling, di mana peserta diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman pribadi maupun cerita sederhana di depan kelompok. Pada tahap ini, tim mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung agar peserta mampu menyusun alur cerita yang runtut, berbicara dengan lebih percaya diri, dan menyampaikan pesan secara efektif kepada pendengar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak aktif mengikuti setiap sesi, berani menjawab pertanyaan, serta menunjukkan semangat saat diminta tampil di depan teman-teman mereka. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendorong partisipasi peserta secara maksimal.
Untuk mengetahui efektivitas program, tim pelaksana melakukan pengukuran melalui pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 8,22 menjadi 8,44 atau meningkat sebesar 2,68 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam aspek kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi lisan peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Selain peningkatan nilai, perubahan juga terlihat dari sikap peserta yang menjadi lebih berani untuk berbicara, lebih aktif dalam menyampaikan pendapat, serta lebih percaya diri ketika tampil di depan kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) melalui storytelling mampu membantu peserta mengembangkan keterampilan komunikasi secara efektif.
Tim pelaksana berharap program “Berani Bicara” dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak Rumah Yatim Kaliurang. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai public speaking, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan komunikasi dan rasa percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
Program pemberdayaan masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta dalam mendukung pengembangan keterampilan generasi muda melalui kegiatan edukatif yang aplikatif, menyenangkan, dan berdampak positif bagi masyarakat.
Informasi:
Program Pemberdayaan Masyarakat ini merupakan salah satu luaran Mata Kuliah Kapita Selekta Komunikasi.
Dosen Pengampu: Dr. Rila Setyaningsih, S.Kom.I., M.S.I.
Tim Pelaksana: Octavianus Putra Pratama, Khadijah Nurwahid, Alya Regita Sianturi, Jihan Zulfa Salsabila, Selly Eginina Br. Ginting, dan Wijaya Murti.











