KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut mendampingi UMKM emping milik Ibu Musodah pada 7 Agustus 2026 di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengenal dan mendukung potensi UMKM lokal yang dikembangkan masyarakat.
Ibu Musodah memilih usaha emping karena memiliki kemampuan dalam membuat produk olahan tersebut. Bahan utama berupa buah melinjo diperoleh dengan membeli di pasar. Melinjo yang digunakan tidak boleh terlalu muda agar menghasilkan emping dengan kualitas yang baik.
Dalam proses pembuatannya, buah melinjo yang sudah matang terlebih dahulu dikupas. Setelah itu, biji melinjo diolah hingga menjadi emping. Dalam sehari, Ibu Musodah mampu memproduksi sekitar 5 kilogram emping dengan cita rasa original.
“Saya memilih membuat emping karena memang sudah bisa membuatnya. Untuk bahan melinjo biasanya saya membeli di pasar, yang penting melinjonya tidak terlalu muda agar hasil empingnya bagus,” ujar Ibu Musodah.
Ketua Tim KKN Desa Kediten, Muhammad Iqbal Hasan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengenal proses pengolahan produk lokal secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat belajar secara langsung mengenai proses pembuatan emping sekaligus mengenal potensi UMKM yang ada di Desa Kediten. Kami berharap usaha Ibu Musodah dapat terus berkembang dan produknya semakin dikenal masyarakat luas,” ujar Muhammad Iqbal Hasan.
Salah satu keunikan emping Ibu Musodah adalah bentuknya yang lebih tipis dibandingkan emping pada umumnya. Proses tersebut membutuhkan ketelatenan agar menghasilkan ketebalan yang sesuai. Menurutnya, emping yang dibuat lebih tipis memiliki rasa yang tidak terlalu pahit.
“Kalau empingnya dibuat lebih tipis memang harus lebih telaten, tetapi hasilnya lebih enak dan tidak terlalu pahit,” ujar Ibu Musodah.
Dalam pemasarannya, emping dijual secara online maupun offline melalui pasar. Produk tersebut juga telah memiliki status halal, sehingga dapat dipasarkan kepada masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan pendampingan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai proses pengolahan bahan pangan lokal, mulai dari pemilihan bahan baku hingga menjadi produk yang memiliki nilai jual. Mahasiswa juga dapat melihat bagaimana pelaku UMKM mempertahankan kualitas produk melalui proses produksi yang dilakukan secara mandiri dan telaten.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berharap UMKM emping Ibu Musodah dapat terus berkembang dan memperluas pemasaran produknya sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat Desa Kediten.
- Muhammad Iqbal Habibi
- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreaksi, Universitas PGRI Semarang
- mhmdiqbaaaall@gmail.com
- 082328247010
-
e02ac9a4-bce2-4861-8876-c8fa6eb4598b
bukti pembayaran - Setuju













