NEWSFEED.ID, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik — Inovasi Desa Berkelanjutan Unggulan (IDBU) Tim 85 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program edukatif tentang pengolahan limbah pangan rumah tangga dengan memperkenalkan Komposter Galon Tumpuk. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Pengembangan Teknologi Pengolahan Limbah Pangan” yang digagas oleh Farid Prasetyo (Mahasiswa Teknik Mesin) dan Farhan Hanif Rahmansyah (Mahasiswa Teknik Elektro).
Program ini dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2025, di greenhouse milik Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 02 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Latar belakang dari kegiatan ini adalah belum adanya metode pengolahan limbah pangan yang efektif di tingkat rumah tangga di wilayah tersebut. Limbah pangan yang selama ini hanya dibuang menjadi masalah lingkungan yang perlu segera diatasi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T Undip mendemonstrasikan secara langsung cara membuat komposter sederhana menggunakan limbah galon yang tidak terpakai. Alat yang dinamai Komposter Galon Tumpuk ini dirancang agar mudah dibuat dan efisien untuk mengolah limbah pangan skala rumah tangga. Selain itu, alat ini juga memanfaatkan kembali galon bekas, sehingga membantu mengurangi sampah plastik.
“Kami sangat berterima kasih sekali dengan adanya program ini. Selama ini, limbah pangan dari dapur kami hanya dibuang begitu saja. Dengan adanya komposter galon tumpuk ini, sekarang kami bisa memanfaatkannya menjadi pupuk kompos untuk tanaman kami,” ujar Ibu Anis, salah satu anggota KWT RW 02.
Melalui program ini, para mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang limbah pangan. Dengan memperkenalkan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, diharapkan semakin banyak rumah tangga di Kelurahan Tambangan yang mampu mengolah sampahnya secara mandiri, sehingga dapat mengurangi volume sampah TPA dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.











