BeritaKuliah Kerja NyataPendidikan

Mahasiswa KKN-T UNDIP Edukasi Warga Tambangan dalam Pengelolaan Limbah Ekskreta Ayam Menjadi Pupuk

Avatar photo
100
×

Mahasiswa KKN-T UNDIP Edukasi Warga Tambangan dalam Pengelolaan Limbah Ekskreta Ayam Menjadi Pupuk

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Tambangan, Semarang, sambil menunjukkan leaflet. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran ayam untuk mengurangi limbah dan mendukung pertanian ramah lingkungan.

NEWSFEED.ID, SEMARANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro yang tergabung dalam kelompok 2 KKN-T IDBU 85 dengan nama Exelta Kusuma Wardana mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik dari eksreta ayam bersama ibu-ibu PKK RT 02 RW 02 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Sabtu (10/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi lingkungan dan pertanian ramah lingkungan yang diusung selama masa pengabdian mahasiswa.

Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, terutama kotoran ayam, yang umumnya hanya dibuang dan menimbulkan bau tak sedap. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi besar sebagai bahan dasar pupuk organik.

Penggunaan pupuk buatan sendiri ini dapat mengurangi ketergantungan warga pada pupuk kimia yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa berharap dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan limbah sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Pelatihan dilaksanakan di halaman rumah warga dan diikuti oleh lebih dari 20 ibu-ibu anggota PKK. Kegiatan diawali dengan pemaparan teori singkat mengenai manfaat pupuk organik, diikuti praktik langsung pencampuran ekskreta ayam dengan sekam, serbuk gergaji, dan larutan EM4 untuk proses fermentasi.

Peserta diajak berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan, mulai dari pengadukan hingga proses penyimpanan pupuk. Selain itu, mahasiswa juga membagikan leaflet berisi langkah-langkah pembuatan pupuk agar peserta dapat mengulanginya secara mandiri di rumah.

Menurut Ibu Etik selaku ketua RT 02 RW 02, salah satu peserta kegiatan, pelatihan ini membuka wawasan baru bagi warga. “Kami baru tahu kalau kotoran ayam bisa diolah jadi pupuk yang bagus untuk tanaman. Biasanya cuma dibuang karena baunya menyengat. Ternyata bisa dimanfaatkan dan tidak sulit cara buatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Exelta Kusuma Wardana selaku perwakilan mahasiswa menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi langkah awal bagi warga dalam memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. “Kotoran ayam yang selama ini dianggap limbah ternyata bisa menjadi solusi untuk pertanian pekarangan yang lebih sehat dan murah,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga dan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa UNDIP dalam pengembangan desa yang ramah lingkungan.

Ke depannya, tim KKN-T berencana melakukan pendampingan lanjutan bagi warga yang tertarik memproduksi pupuk secara mandiri. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan Kelurahan Tambangan dapat menjadi contoh wilayah yang peduli terhadap pengelolaan limbah dan pengembangan pertanian berkelanjutan.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id