BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN-T 28 UNDIP Hadirkan Rocket Stove Minim Asap, Cegah Sampah Plastik Jadi Konsumsi Ternak

Avatar photo
139
×

Mahasiswa KKN-T 28 UNDIP Hadirkan Rocket Stove Minim Asap, Cegah Sampah Plastik Jadi Konsumsi Ternak

Sebarkan artikel ini
Foto hasil produk Rocket Stove.

NEWSFEED.ID, Pemalang — Permasalahan sampah masih menjadi isu serius di pedesaan. Di Dusun Karangsambung, Desa Banjarmulya, Kecamatan Pemalang, sampah plastik kerap bercampur dengan sampah organik dan dibiarkan begitu saja di sekitar kandang. Kondisi ini membuat kambing-kambing milik warga sering kali memakan sampah plastik, yang berpotensi mengganggu kesehatan pencernaan bahkan mengancam produktivitas ternak

Melihat persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T 28 UNDIP Kelompok 3 berinisiatif menghadirkan solusi melalui rocket stove, tungku hemat energi yang memanfaatkan sampah organik sebagai bahan bakar. Dengan inovasi ini, sampah organik yang tadinya tercecer dan bisa bercampur dengan plastik, kini dapat langsung dimanfaatkan. Inovasi ini diperkenalkan melalui sosialisasi dan demonstrasi langsung.

Proses pembuatan rocket stove tidak dilakukan sendiri oleh mahasiswa, melainkan dengan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat. Bahan-bahan yang digunakan seperti semen, hebel, besi dan pasir dikumpulkan bersama, kemudian dirakit di halaman sekitar dusun. Suasana penuh kebersamaan terasa saat bapak-bapak membantu membuat rangka, ibu-ibu ikut menyiapkan bahan, dan anak-anak penasaran melihat tungku ramah lingkungan ini terbentuk.

Selain mengurangi risiko sampah plastik termakan ternak, penggunaan rocket stove juga memberi manfaat lain yaitu mengurangi pencemaran lingkungan, menyediakan alternatif energi yang hemat, serta menghasilkan abu sisa pembakaran yang bisa dimanfaatkan kembali.

“Selama ini sampah organik sering dibuang begitu saja atau dibakar terbuka. Dengan rocket stove, sampah bisa dimanfaatkan abunya dan lingkungan juga lebih bersih,” ungkap salah satu warga.

Respon masyarakat pun cukup antusias. Warga menilai tungku ini praktis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi cerdas dalam memanfaatkan sampah organik agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.

Namun, dibalik semangat menghadirkan energi alternatif, tim KKN-T 28 juga menemukan persoalan lain yang tak kalah penting yaitu sanitasi kandang ternak. Banyak kandang masih dikelola secara konvensional tanpa memperhatikan kebersihan. Kotoran ternak dibiarkan menumpuk, sirkulasi udara kurang baik, dan penggunaan desinfektan belum menjadi kebiasaan. Kondisi ini memicu penyakit pada ternak, yang tentu berdampak pada produktivitas dan penghasilan peternak.

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T 28 UNDIP Kelompok 3 tak berhenti hanya pada inovasi rocket stove. Sejumlah program inovatif lain turut diperkenalkan kepada masyarakat, di antaranya yaitu Bioaktivator Reuse (berbasis isolat bakteri mangrove) sebagai desinfektan kandang ramah lingkungan dan probiotik ternak, perancangan desain prototipe Biofilter limbah cair ternak berbasis tanaman Lemna minor, penerapan Litter Organik Fermentasi sebagai solusi sanitasi lantai kandang kambing yang efektif dan ramah lingkungan, perancangan desain prototipe Vertical Garden berbasis Azolla Tank yang memanfaatkan ruang sempit di pekarangan rumah atau sekitar peternakan, penyusunan buku panduan inovatif sanitasi kandang untuk memudahkan peternak serta pembuatan dan pemasangan alat deteksi kualitas udara berbasis mikrokontroler di kandang ternak warga.

Foto bersama dengan para warga peternak kambing dan melakukan sosialisasi Bioaktivator Reuse, penerapan Litter Organik Fermentasi, penyusunan buku panduan inovatif sanitasi kandang dan alat deteksi kualitas udara.

Dengan berbagai inovasi tersebut, program KKN-T di Desa Banjarmulya khususnya Dusun Karangsambung tidak hanya menghadirkan teknologi tepat guna, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, menjaga sanitasi kandang, hingga mengoptimalkan lahan sekitar.

“Harapan kami, inovasi-inovasi ini bisa diteruskan dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga desa tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga lebih mandiri,” tutup perwakilan tim KKN-T.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id