BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN-T UNDIP Tingkatkan Kesadaran Ibu PKK Tambangan tentang Dampak dan Solusi Food Waste

Avatar photo
126
×

Mahasiswa KKN-T UNDIP Tingkatkan Kesadaran Ibu PKK Tambangan tentang Dampak dan Solusi Food Waste

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Tambangan, Semarang, sambil menunjukkan poster. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyuluhan mengenai dampak dan solusi food waste atau limbah makanan untuk menekan pencemaran lingkungan.

NEWSFEED.ID, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU Tim 85 Kelompok 2 Universitas Diponegoro mengedukasi Ibu PKK RT 02 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, tentang dampak dan solusi food waste atau limbah makanan. Kegiatan yang berlangsung Minggu (10/8/2025) ini bertujuan menekan risiko pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan keluarga akibat sisa makanan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Erica Theresia Stevhany, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP, ini dihadiri hampir seluruh anggota PKK RT 02 dan mendapat sambutan hangat dari Ketua PKK, Ibu Etik. Penyuluhan dirancang untuk memberikan pemahaman utuh mengenai food waste, mulai dari definisi, jenis-jenisnya, dampak bagi lingkungan, hingga konsekuensi kesehatan yang sering diabaikan.

Dalam paparannya, Erica menegaskan bahwa pembusukan limbah makanan dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global, mencemari tanah dan air, serta mengeluarkan gas berbau menyengat seperti hidrogen sulfida. Dari sisi kesehatan, penanganan limbah makanan yang buruk dapat menjadi sumber berbagai penyakit, seperti gangguan pencernaan, leptospirosis, hingga skabies.

Tidak hanya membahas permasalahan, Erica juga memaparkan berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan oleh keluarga untuk menekan timbulnya food waste. Di antaranya adalah merencanakan belanja sesuai kebutuhan, mengolah kembali sisa makanan menjadi hidangan baru, menyimpan bahan pangan dengan tepat, mengomposkan limbah organik, serta membiasakan anak-anak menghabiskan makanan di piring mereka.

Food waste bukan sekadar persoalan membuang makanan, tetapi pintu masuk pemborosan sumber daya alam dan ancaman kesehatan yang nyata. Dengan langkah sederhana seperti belanja bijak dan pengolahan ulang sisa makanan, kita dapat melindungi kesehatan keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Erica dalam penyampaiannya.

Sesi penyuluhan yang menggunakan media poster ini juga dilengkapi diskusi interaktif. Para ibu PKK terlihat antusias, mengajukan pertanyaan seputar penyakit yang dapat timbul dari limbah makanan, serta berbagi pengalaman dalam mengelola sisa makanan di rumah tangga mereka.

Ibu Etik mengapresiasi program ini. “Materinya sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari kami. Selama ini kami belum sepenuhnya sadar bahwa limbah makanan bisa menjadi masalah serius. Sekarang kami tahu tidak hanya dampaknya, tetapi juga langkah-langkah yang dapat kami lakukan untuk mencegahnya,” ujarnya.

Kegiatan ini juga selaras dengan program Pemerintah Kota Semarang yang tengah menggalakkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai food waste dan penerapan langkah-langkah pengelolaan limbah organik, masyarakat dapat lebih siap mendukung kebijakan tersebut, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah kota.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id