NEWSFEED.ID, SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Iptek Desa Binaan Undip (KKN IDBU) Tim 22 menggelar serangkaian program pelatihan komprehensif bagi para pemain Ketoprak Sri Mulyo dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pertunjukan seni tradisional ketoprak. Acara yang diadakan pada Sabtu, 9 Agustus 2025 di Sanggar Seni Budaya Jurang Blimbing, Tembalang ini bertujuan untuk membekali para pemain dengan keterampilan esensial yang mencakup aspek fisik dan mental.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa lintas program studi menghadirkan tiga materi utama, yaitu pelatihan pencegahan dan penanganan cedera, penanganan kecemasan atau demam panggung, serta pelatihan vokal. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pementasan sekaligus mendukung fisik dan mental para pemain ketoprak.
Diana ‘Aisy, mahasiswa dari program studi kedokteran umum, memberikan pelatihan pencegahan dan penanganan cedera. Ia menjelaskan bahwa pemain ketoprak kerap melakukan adegan ekstrem yang berisiko menimbulkan cedera.
Diana menjelaskan bahwa cedera dapat menghambat pergerakan dan mengganggu jalannya pertunjukan, sehingga penting bagi para pemain ketoprak untuk memiliki pengetahuan penanganan mandiri. “Harapannya, para pemain ketoprakdapat melek akan kesehatan dan penampilan mereka dapat lebih baik karena tidak adanya cedera yang mengganggu,”, ujar Diana.
Sementara itu, Vania Maulidya, mahasiswa dari program studi psikologi, membawakan pelatihan penanganan kecemasan atau demam panggung. Program ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa setiap orang, termasuk pemain seni, rentan mengalami kecemasan sebelum tampil di hadapan publik.
Namun, hal tersebut dapat diminimalisasi dengan teknik yang tepat. “Saya memberikan edukasi terkait teknik pernapasan, afirmasi positif, dan grounding untuk membantu mereka tetap fokus di panggung dan dapat dipraktikkan secara mandiri tanpa harus ada bantuan profesional,” jelasnya. Harapan Vania dengan adanya pelatihan ini, para pemain ketoprak dapat mempraktikkan teknik menangani kecemasan secara mandiri tanpa harus dibantu oleh bantuan profesional.

Program peningkatan kualitas pertunjukan untuk para pemain ketoprak juga turut dilaksanakan oleh Yasmin Auliya, mahasiswa dari program studi keperawatan. Yasmin memimpin sesi pelatihan vokal untuk meningkatkan kualitas suara dan kejelasan artikulasi para pemain. Ia menjelaskan bahwa vokal yang jelas sangat penting agar cerita dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme pemain. Dalam pelatihannya, Yasmin memberikan materi tentang teknik pernapasan dalam, humming, dan pelafalan huruf vokal. “Kami ingin memberikan edukasi agar mereka memiliki pengetahuan terkait pemanasan vokal yang dapat membantu penampilan mereka,” tuturnya.
Pelatihan ini mendapatkan sambutan positif dari para pemain Ketoprak Sri Mulyo. Para pemain merasa sangat terbantu, terutama dengan pendekatan edukasi dan praktik langsung yang diberikan oleh para mahasiswa. Mereka menyampaikan bahwa pengetahuan baru ini memberi mereka kepercayaan diri lebih, baik dalam mengelola kesehatan fisik maupun mengatasi rasa gugup di atas panggung. Latihan vokal yang dilakukan bersama juga membuat mereka lebih siap untuk menyampaikan dialog dengan jelas saat pementasan mendatang.











