Kuliah Kerja Nyata

Mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Kelompok 27 Gelar DASHAT Berbasis Jagung Lokal untuk Cegah Stunting di Dukuh Bodeh

Avatar photo
95
×

Mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Kelompok 27 Gelar DASHAT Berbasis Jagung Lokal untuk Cegah Stunting di Dukuh Bodeh

Sebarkan artikel ini
1000545361
Mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Kelompok 27 mendemonstrasikan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar jagung lokal kepada ibu hamil dan ibu balita sebagai upaya meningkatkan keterampilan pengolahan pangan bergizi untuk pencegahan stunting.

NEWSFEED.ID, BLORA – Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Kelompok 27 menyelenggarakan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) berbasis jagung lokal di Dukuh Bodeh, Desa Bodeh, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Program ini memanfaatkan jagung lokal sebagai bahan utama Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan mengoptimalkan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat Desa Bodeh sebagai upaya mendukung pencegahan stunting sejak dini.

Program yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (PPKKN) LPPM UNNES bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bodeh dan kader Posyandu ini merupakan bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2 (Zero Hunger) dan SDGs 3 (Good Health and Well-being). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu hamil serta ibu dengan balita dalam mencegah stunting melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal.

Program DASHAT dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 22 Juni, 29 Juni, dan 6 Juli 2026 di Posyandu Dukuh Bodeh yang berpusat di rumah Kepala Dusun Bodeh, Juniarto. Sebelum rangkaian kegiatan dimulai, mahasiswa KKN melakukan kunjungan ke rumah peserta untuk memperkenalkan program dan mengajak ibu hamil serta ibu dengan balita berpartisipasi. Rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan mengolah pangan lokal bergizi, serta penerapan praktik pemberian makan balita melalui pendampingan.

Mahasiswa KKN mengawali rangkaian kegiatan dengan memberikan edukasi mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan stunting, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, gizi seimbang pada balita, peran protein hewani, pemberian MP-ASI yang tepat, serta pengenalan Program DASHAT. Edukasi berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi sehingga peserta dapat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Peserta kemudian mengikuti demonstrasi pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rumahan berbahan dasar jagung lokal sebagai bentuk penguatan keterampilan dalam mengolah pangan bergizi. Jagung dipilih karena merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan masyarakat Desa Bodeh sehingga mudah diperoleh dan berpotensi diolah menjadi menu bergizi bagi ibu hamil maupun balita. Untuk mendukung penerapan di rumah, mahasiswa KKN juga membagikan booklet berisi resep menu PMT berbahan dasar jagung beserta contoh hasil olahannya sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat.

Mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Kelompok 27 memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu balita mengenai pencegahan stunting, Desa Bodeh, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Pada akhir rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN kembali melakukan kunjungan ke rumah peserta sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi program. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa berdiskusi mengenai berbagai kendala dalam pemberian makan balita sekaligus memberikan pendampingan agar materi yang telah disampaikan dapat diterapkan di lingkungan keluarga. Pendampingan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang ibu peserta mengungkapkan, “Terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah mengadakan kegiatan ini. Saya jadi lebih rajin mengikuti Posyandu, apalagi kemarin juga didatangi ke rumah.”

Melalui Program DASHAT berbasis jagung lokal, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Kelompok 27 tidak hanya berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai alternatif menu bergizi yang mudah diakses dan berkelanjutan. Booklet menu PMT yang telah dibagikan diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai media edukasi bersama kader Posyandu sehingga praktik pemberian makanan bergizi berbasis potensi lokal dapat terus diterapkan di lingkungan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan di Desa Bodeh.

Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa.

    Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id