Kesehatan

Waspada Pangan Sehat: Mahasiswi KKN UNDIP Berikan Edukasi Uji Boraks menggunakan Ekstrak Kunyit untuk Ibu-Ibu PKK Desa Sribit

Avatar photo
3
×

Waspada Pangan Sehat: Mahasiswi KKN UNDIP Berikan Edukasi Uji Boraks menggunakan Ekstrak Kunyit untuk Ibu-Ibu PKK Desa Sribit

Sebarkan artikel ini
naffy-1
Pelaksanaan Program Kerja Sosial Kemasyarakatan

Sragen, 25 Juli 2026 – Menjaga kesehatan keluarga dimulai dari meja makan, namun maraknya penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks pada makanan sering kali meresahkan masyarakat. Menjawab kekhawatiran tersebut, sebuah langkah preventif yang kreatif dan edukatif dihadirkan di Desa Sribit.

Pada tanggal 25 Juli, Rani Naffy, seorang mahasiswi Program Studi Kimia yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sukses memberikan edukasi dan demonstrasi mengenai cara praktis mendeteksi boraks pada makanan menggunakan bahan alami berupa ekstrak kunyit. Kegiatan ini diadakan khusus untuk ibu-ibu PKK dalam acara Dasawisma di RT 2.

Berbekal latar belakang keilmuan kimia, Rani menjelaskan kepada ibu-ibu PKK mengapa bumbu dapur sederhana seperti kunyit dapat diandalkan untuk mendeteksi zat berbahaya.

Kunyit mengandung senyawa aktif alami bernama kurkumin. Kurkumin ini bertindak sebagai indikator warna alami yang sangat sensitif terhadap perubahan tingkat keasaman (pH) dan reaksi kimia tertentu. Ketika ekstrak kunyit dicampur dengan sampel makanan yang mengandung boraks (yang bersifat basa lemah), zat boraks tersebut akan bereaksi dengan kurkumin dan mengubah warna kunyit yang tadinya kuning cerah menjadi merah kecoklatan atau jingga kemerahan. Reaksi kimia sederhana inilah yang dimanfaatkan untuk mendeteksi ada tidaknya kandungan boraks tanpa harus menggunakan alat laboratorium yang rumit.

Tahapan Demonstrasi Pengujian Boraks dengan Ekstrak Kunyit

Dalam sesi demonstrasi yang berlangsung interaktif di hadapan ibu-ibu Dasawisma RT 2 Desa Sribit, Rani mempraktikkan langkah-langkah pengujian yang sangat mudah ditiru di rumah:

1. Pembuatan Ekstrak Kunyit – Kunyit diparut atau ditumbuk halus, lalu diberi sedikit air atau disaring untuk diambil air sari (ekstrak) kunyit yang berwarna kuning pekat.

2. Persiapan Sampel Makanan – Berbagai sampel makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari disiapkan di atas wadah, meliputi tahu, kerupuk gendar, ikan teri, dan bakso. Selain itu, disiapkan pula bleng (boraks asli) sebagai kontrol untuk menunjukkan hasil uji positif yang jelas.

3. Pemberian Indikator Ekstrak Kunyit –  Beberapa tetes ekstrak kunyit diteteskan langsung ke atas permukaan masing-masing sampel makanan yang sudah dihaluskan serta pada bleng sebagai pembanding.

4. Pengamatan Perubahan Warna – Sampel didiamkan selama beberapa menit untuk melihat reaksinya. Berdasarkan hasil pengujian langsung saat demonstrasi, bleng serta sampel kerupuk gendar menunjukkan hasil positif ditandai dengan perubahan warna menjadi merah kecoklatan. Sementara itu, sampel tahu, ikan teri, dan bakso yang diuji menunjukkan warna kuning normal (negatif boraks).

Kegiatan penyuluhan ini disambut dengan rasa penasaran dan antusiasme tinggi oleh ibu-ibu PKK. Para peserta tampak aktif memperhatikan setiap tahapan yang diperagakan oleh Rani Naffy, terutama saat melihat langsung perbedaan warna pada kerupuk gendar dan bleng yang bereaksi positif terhadap ekstrak kunyit.

Melalui demonstrasi uji boraks berbasis bahan alami ini, ibu-ibu Dasawisma RT 2 Desa Sribit kini memiliki kepekaan dan keterampilan baru dalam memilih serta menguji keamanan pangan secara mandiri demi melindungi kesehatan keluarga tercinta dari bahaya bahan kimia berbahaya.

 

  • Rani Naffy Chandra Buana
  • Mahasiswa Program Studi Kimia, Universitas Diponegoro
  • buanachaca@gmail.com
  • 085876304315
  • bayar
    bayar
  • Setuju
Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id