BeritaPendidikan

Dari Limbah Ternak Jadi Pupuk, Mahasiswa KKN UMBY Kelompok 102 Mengajak KWT Dusun Candi Budidaya Pakcoy

Avatar photo
54
×

Dari Limbah Ternak Jadi Pupuk, Mahasiswa KKN UMBY Kelompok 102 Mengajak KWT Dusun Candi Budidaya Pakcoy

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, SlemanMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 102 (Tawangkarsa) melaksanakan kegiatan edukasi pembuatan pupuk kandang dan praktik budidaya pakcoy bersama 14 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Candi, Padukuhan Tawangrejo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa (28/07/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pengenalan teknik pertanian sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah. Edukasi tidak hanya berfokus pada pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik, tetapi juga dilanjutkan dengan praktik budidaya pakcoy menggunakan pupuk kandang sebagai salah satu media penyubur tanaman.

Keterangan foto: Anggota KWT mendengarkan materi edukasi pembuatan pupuk kandang yang disampaikan oleh mahasiswa KKN UMBY.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pembuatan pupuk kandang berbahan dasar kotoran kambing. Peserta diberikan pemahaman bahwa kotoran kambing tidak dapat langsung digunakan sebagai pupuk karena masih memiliki suhu tinggi (dapat merusak akar tanaman), mengandung gas amonia, bibit penyakit, serta berpotensi membawa biji gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu, kotoran kambing perlu melalui proses fermentasi atau pengomposan terlebih dahulu agar menjadi pupuk yang siap dan aman digunakan.

Mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan pupuk kandang mulai dari pencampuran kotoran kambing dengan dedak, pembuatan larutan aktivator menggunakan EM4, gula merah atau molase, dan air hingga proses fermentasi. Bahan yang telah dicampurkan kemudian ditutup menggunakan terpal dan difermentasi selama dua sampai empat minggu. Tumpukan bahan kompos perlu diaduk dan dibalik secara berkala setiap lima hingga tujuh hari untuk mencampurkan semua bahan agar seluruh bahan dapat memperoleh udara yang cukup dan proses pengomposan dapat berlangsung secara merata.

Selain menjelaskan proses pembuatannya, mahasiswa KKN juga menyampaikan ciri-ciri pupuk kandang yang telah selesai melalui proses pengomposan dan siap digunakan. Pupuk kandang yang telah siap digunakan ditandai dengan warna coklat kehitaman, memiliki bau yang tidak menyengat, bertekstur remah, memiliki suhu normal, serta tidak lagi menunjukkan bentuk kotoran asli. Pupuk yang telah terurai, kemudian dapat dicampurkan dengan tanah sebagai media tanam.

Mahasiswa KKN UMBY dengan anggota KWT melakukan praktik budidaya pakcoy menggunakan media tanah dan pupuk kandang di dalam polybag.

Setelah kegiatan edukasi pembuatan pupuk kandang, mahasiswa KKN UMBY bersama anggota KWT melanjutkan kegiatan dengan praktik budidaya pakcoy di dalam polybag menggunakan media tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang yang sudah siap digunakan. Dalam sesi praktik, mahasiswa KKN mengajak anggota KWT menyiapkan lima polybag yang akan diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Setiap anggota KWT mendapatkan lima polybag untuk digunakan dalam praktik budidaya pakcoy, kemudian menanam bibit pakcoy ke dalam polybag.

Mahasiswa KKN UMBY dan anggota KWT mengisi polybag bersama dengan tanah dan pupuk yang sudah disiapkan. Bibit pakcoy selanjutnya ditanam dengan cara membuat lubang di tanah dalam polybag secara perlahan dan menutup kembali lubang tanam bagian pangkal pakcoy dengan tanah secukupnya agar pakcoy dapat berdiri dengan kokoh. Pada praktik ini, pupuk diberikan sebanyak 5 gram sesuai dengan takaran yang sebelumnya sudah ditentukan.

Usai kegiatan tersebut, para peserta diberi arahan mengenai bagaimana cara melakukan perawatan pada pakcoy di rumah. Mahasiswa KKN UMBY memberikan arahan bahwa penyiraman pakcoy dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore secara mandiri di rumah masing-masing, sedangkan untuk pemupukan dilakukan setiap satu minggu sekali yang akan dipantau secara langsung oleh mahasiswa KKN UMBY. Melalui praktik budidaya pakcoy yang kita lakukan bersama, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menyiapkan media tanam dan menanam pakcoy.

Penerapan pupuk kandang pada pakcoy diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas media tanam. Berdasarkan materi edukasi, pupuk kandang dapat membuat tanah menjadi lebih subur, meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air, memperbaiki aerasi (proses penambahan udara untuk meningkatkan sirkulasi udara), serta menambah mikroorganisme (bakteri penambat nitrogen dan pengurai unsur hara). Penggunaan pupuk kandang juga mendukung perkembangan akar dan pertumbuhan tanaman.

Kegiatan ini dirancang agar hasil edukasi dapat diterapkan secara langsung oleh anggota KWT di lingkungan rumah masing-masing. Dalam program budidaya pakcoy tersebut, setiap anggota KWT membawa pulang lima tanaman pakcoy yang akan dibudidayakan di rumah para anggota KWT. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada saat sosialisasi dan praktik berlangsung, tetapi dapat dilanjutkan melalui perawatan tanaman di rumah.

Benih pakcoy yang telah ditanam saat ini masih berada pada fase awal pertumbuhan dan belum memasuki masa panen. Tanaman akan terus dipantau dan dirawat oleh mahasiswa KKN bersama anggota KWT melalui monitoring rutin yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan program kerja yang dibantu oleh anggota lainnya, seperti penyiraman dan pengendalian gulma, agar tanaman dapat tumbuh secara optimal hingga siap dipanen dalam empat minggu ke depan.

Dengan perawatan yang sesuai, pakcoy umumnya dapat dipanen saat memasuki usia empat minggu. Meskipun hasil panen belum dapat dinikmati dalam waktu dekat, kegiatan penanaman pakcoy menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menghasilkan pangan yang sehat sekaligus memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, anggota KWT diberikan sosialisasi praktik budidaya pakcoy yang sederhana, mudah dilakukan secara mandiri di rumah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pemanfaatan kotoran kambing sebagai bahan pupuk organik juga dapat membantu mengurangi limbah peternakan sekaligus menurunkan ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia.

“Senang bisa belajar bercocok tanam. Nanti kalau bisa berhasil kan bisa untuk menambah dan setidaknya tidak membeli sayuran di warung, mengurangi belanja.” ujar ibu Windari salah satu anggota KWT berikan kesan kepada kegiatan yang dilakukan bersama kelompok KKN UMBY kelompok 102

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UMBY dan anggota KWT, kegiatan edukasi dan praktik ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Candi. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen tanaman pakcoy, namun juga dari tumbuhnya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan serta sumber daya lokal untuk mendukung ketahanan pangan berbasis keluarga.

(Rls/KKN UMBY Kelompok 102 Tawangkarsa)

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id