NEWSFEED.ID, PEMALANG – Desa Banjarmulya merupakan wilayah dengan mayoritas mata pencaharian warga sebagai petani dan peternak. Dibalik kelebihan pasti ada kekurangan yang ada dimana terkait persoalan umum peternakan dan pertanian yaitu limbah yang dihasilkan. Limbah peternakan seperti kotoran hewan salah yang menumpuk di kandang sehingga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu indera penciuman bahkan limbah kotoran hewan tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan, dan banyak lagi dampak negatif yang dihasilkan.
Melihat fakta yang ada Mahasiswa KKN Tematik Kelompok 1 Tim 28 Universitas Diponegoro (UNDIP) membawa transformasi terhadap permasalahan yang ada dengan hadir membawa program multidisiplin 1 yang bertemakan “Optimalisasi Limbah Peternakan dan Pertanian Menjadi Briket Biomassa Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Kemandirian Energi Desa Banjarmulya”. Dengan tema ini dua belas mahasiswa kelompok 1 membawa tujuan masing masing yang sejalan dengan program studi yang diinformasikan melalui kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Multidisiplin 1 bertempat di Balai Desa Banjarmulya.
Kegiatan dimulai dengan penyampaian program oleh Nayla Hilma Nadhifa Program Studi Sastra Inggris yang membahas mengenai Edukasi Limbah Serta Peluang Transisi Energi Berkelanjutan Dengan Briket, dalam hal ini membahas mengenai dampak negatif yang dihasilkan dari limbah jika tidak dikelola dengan baik dan Nayla Hilma Nadhifa memberikan solusi bagi peternak dalam pengolahan limbah ternak padat ataupun limbah ternak cair.
Disambung dengan penyampaian dari Estu Yuan Kartika program studi Hubungan Internasional yang menyampaikan mengenai Think Global Act Local, Visualisasi SDGs 12 dan Transisi Energi Ramah Lingkungan di Desa Banjarmulya, pada sosialisasi ini menjelaskan bahwa “Think Global Act Local, merupakan memiliki pemikiran secara global dan bertindak lokal, Estu Yuan Kartika menjelaskan ketika satu orang berpikir membuang 1 sampah botol plastik ke sungai itu pasti tidak akan memengaruhi apapun, ketika memiliki pemikiran global dimana dalam detik itu tidak hanya 1 orang yang membuang 1 botol plastik ke sungai akan tetapi ada satu juta orang di dunia yang membuang sampah plastik di sungai, maka itu sangat memiliki pengaruh sekali, sampah akan mengalir ke laut dan akan dimakan oleh ikan dan ikan mati sehingga dapat memberikan dampak krisis iklim begitu pula dengan limbah ternak dan pertanian jika tidak dikelola dengan baik dengan memikirkan secara global” kata Yuan. Berbicara mengenai pengolahan limbah, hal ini sejalan dengan SDGs nomor 12 “Responsible Consumption and Production”

Kelompok 1 KKN-T 28 UNDIP ini tidak hanya menjelaskan mengenai perihal pengertian secara luas akan tetapi langkah konkret bagaimana solusi yang diberikan dalam pengolahan limbah, Mahasiswa yang bernama Laeli Lutfiawati program studi Ilmu Pemerintahan berhasil memberikan langkah-langkah aksi nyata tentang bagaimana pengolahan limbah ternak menjadi briket dapat diimplementasikan oleh masyarakat khususnya peternak dan petani.
Selanjutnya dari sisi administrasi atau manajemen pengolahan limbah ternak menjadi briket yang disampaikan oleh Rafi Dzaky Wibowo Program Studi Administrasi Publik dengan memberikan Standard Operating Procedure pembuatan briket yang terarah dan benar.
Membahas mengenai hal ekonomi, mahasiswa dengan nama Muhamad David Handoko Rivolsyah Program Studi Ekonomi berhasil menjelaskan mengenai kelayakan usaha briket dan memberikan bukti konkrit bahwa briket memberikan nilai ekonomis yang tinggi dengan contoh perhitungan yang rigid dan tepat.
Selain dari segi usaha Kelompok 1 juga menjelaskan bahwa usaha penting sekali untuk dilakukan pencatatan usaha dalam menentukan harga jual briket, hal ini dijelaskan oleh Aprilia Handhina Wulan Program Studi Akuntansi Perpajakan, yang menyampaikan mengenai Pencatatan Produksi & Simulasi Harga Jual Briket Biomassa.
Bahkan tidak hanya sampai situ saja kelompok 1 juga dapat menjelaskan mengenai legalitas perlindungan usaha briket yang dibawakan oleh Nanda Kurniawan Program Studi Hukum, materi yang dibawakan tentu mengacu pada regulasi yang masih berlaku dan relevan yaitu Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK).
Masih membahas mengenai regulasi yang ada, Laila Annisa Fitri Program Studi Ilmu Pemerintahan berhasil membuat rancangan kebijakan (Policy Brief) untuk Pemerintah Desa Banjarmulya mengenai Transformasi Limbah Menjadi Briket Sebagai Sumber Ekonomi Mandiri, hal ini bertujuan agar pemerintah setempat dapat lebih peduli mengenai masalah limbah yang ada khususnya peternakan agar dapat diolah dengan tepat dan menjadi nilai jual sehingga tidak mengganggu masyarakat atas dampak negatif yang ada, serta inovasi ini diharapkan program atau solusi yang diberikan dapat berkelanjutan.
Dalam segi kesehatan pun diperhatikan pula oleh kelompok 1 yang dijelaskan oleh Keysha Fattana Rohandi Program Studi Kedokteran Umum dan Ulayya Nasywa Andenida Program Studi Kedokteran Gigi, yang menjelaskan dampak asap bagi kesehatan, dan pentingnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta menjaga kebersihan tangan ketika selesai dalam membuat briket agar tidak mengakibatkan dampak negatif pada kesehatan mulut.
Kegiatan ini tidak hanya menyampaikan materi saja akan tetapi terdapat simulasi cara pembuatan briket dari awal hingga akhir yang diberikan oleh Nabila Dhiyaa Faatinugra Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri dan diselingi dengan pemberian informasi mengenai manfaat dari biokar yang dihasilkan oleh briket oleh Siti Ilmi Adiko Nura Azizah Program Studi Kimia.
Kegiatan ini berhasil menyita perhatian warga desa Banjarmulya, dimana partisipasi warga terlihat dari antusiasnya dengan aktif bertanya. Melalui KKN-Tematik IDBU ini, inovasi pengolahan limbah ternak menjadi briket ini diharapkan dapat menjadi peluang peningkatan usaha bagi peternak Desa Banjarmulya, Pemalang agar semakin sejahtera.











