BeritaPendidikan

Aksi Nyata Mahasiswa PMM–KKN Berdampak 2025 Universitas Muhammadiyah Malang: Pengelolaan Sampah Organik dengan Maggot Menuju Lingkungan Hijau dan Lestari

Avatar photo
147
×

Aksi Nyata Mahasiswa PMM–KKN Berdampak 2025 Universitas Muhammadiyah Malang: Pengelolaan Sampah Organik dengan Maggot Menuju Lingkungan Hijau dan Lestari

Sebarkan artikel ini
1000107926

NEWSFEED.ID, Desa Giripurno — Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, termasuk di Desa Giripurno yang menjadi lokasi KKN. Banyaknya sampah organik rumah tangga sering kali belum tertangani dengan baik, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Menyadari hal tersebut, Mahasiswa PMM–KKN Berdampak 2025 Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 5 Desa Giripurno hadir untuk memberikan solusi nyata melalui inovasi pengelolaan sampah organik berbasis maggot. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

Maggot, atau larva dari Black Soldier Fly (BSF), dikenal sebagai agen pengurai alami yang sangat efektif dalam mengolah sampah organik. Dengan memanfaatkan maggot, sampah rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, maupun buah dapat terurai lebih cepat dan menghasilkan produk sampingan yang bermanfaat. Salah satunya adalah kasgot (bekas media maggot) yang dapat digunakan sebagai pupuk organik kaya nutrisi, serta maggot itu sendiri yang bernilai ekonomi sebagai pakan ternak maupun ikan.

Program ini dilaksanakan secara partisipatif bersama masyarakat Desa Giripurno, dengan memberikan edukasi tentang cara budidaya maggot, pemanfaatan hasil olahan, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa PMM–KKN Berdampak 2025 UMM Kelompok 5, yang terdiri dari Adjie Dzeka Pradana dan Arga Ridhontoro dari Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan di lapangan.

Dampak positif dari program pengelolaan sampah berbasis maggot mulai terlihat, antara lain berkurangnya volume sampah organik yang menumpuk, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah, serta adanya produk hasil olahan yang dapat dimanfaatkan kembali. Inovasi ini juga berpotensi menjadi salah satu langkah pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, karena maggot memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran.

Melalui program ini, Mahasiswa PMM–KKN Berdampak 2025 Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 5 Desa Giripurno membuktikan bahwa solusi sederhana namun inovatif dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Pengelolaan sampah organik dengan maggot bukan hanya tentang mengurangi limbah, tetapi juga membangun budaya baru yang lebih ramah lingkungan. Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan tercipta Desa Giripurno yang lebih hijau, bersih, serta berdaya saing menuju masa depan yang lestari.

Dosen Pembimbing: Dr. Rina Wahyu Setyaningrum S.Pd., M.Ed

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id