BeritaPendidikan

Tim Dosen PGSD FIP UPGRIS Gelar Pelatihan Coding Dasar Bagi Guru SD

Avatar photo
139
×

Tim Dosen PGSD FIP UPGRIS Gelar Pelatihan Coding Dasar Bagi Guru SD

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, Semarang — Tim Dosen Program Studi PGSD FIP Universitas PGRI Semarang mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Coding Dasar bagi Guru SD Negeri Rejosari 03 Kota Semarang” pada Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru sekolah dasar mengenai literasi digital, computational thinking, serta pengenalan coding dasar yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di era digital.

Kegiatan pelatihan diikuti oleh guru-guru SD Negeri Rejosari 03 Kota Semarang dengan suasana yang interaktif dan antusias. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kompetensi guru agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.

Materi pertama mengenai Literasi Digital disampaikan oleh Ferina Agustini. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya kemampuan guru dalam mencari, memahami, dan menggunakan informasi digital secara bijak. Selain itu, guru juga diajak memahami pentingnya etika digital dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sehari-hari.

“Guru saat ini tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membimbing siswa menjadi pengguna teknologi yang bijak dan bertanggung jawab,” jelas Ferina Agustini.

Selanjutnya, materi Computational Thinking disampaikan oleh Arfilia Wijayanti. Pada sesi ini peserta diperkenalkan pada konsep berpikir komputasional seperti decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm. Materi disampaikan dengan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari guru dan siswa sekolah dasar. Arfilia Wijayanti menjelaskan bahwa computational thinking tidak harus selalu menggunakan komputer, tetapi dapat dilatih melalui aktivitas sederhana seperti menyusun langkah, memecahkan masalah, hingga permainan logika.

“Computational thinking penting untuk melatih cara berpikir sistematis, kreatif, dan logis pada siswa sejak usia dini,” ujarnya.

Sementara itu, materi Pengenalan Code.org dan Simulasi Coding Unplugged disampaikan oleh Ervina Eka Subekti dan Fajar Cahyadi. Pada sesi ini para peserta dikenalkan dengan platform Code.org sebagai media pembelajaran coding dasar yang mudah digunakan untuk siswa SD.

Para guru juga mengikuti simulasi coding unplugged dan praktik sederhana menggunakan blok visual pada Code.org. Kegiatan praktik berlangsung menyenangkan karena peserta dapat langsung mencoba menyusun perintah untuk menjalankan karakter “Lebah Coding” dalam permainan edukatif.

Kepala sekolah Bapak Rachmat Karno Utomo memberikan apresiasi terhadap kegiatan PKM ini. Menurutnya, pelatihan coding dasar sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

“Kegiatan ini sangat baik karena membantu guru memahami pembelajaran berbasis teknologi dan coding yang mulai berkembang di sekolah dasar,” ungkapnya.

Para peserta juga memberikan respon positif terhadap pelatihan yang dilaksanakan. Salah satu guru menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat dan memberikan ilmu baru yang bisa diterapkan dalam pembelajaran. Guru lainnya mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih memahami tentang coding serta merasa kegiatan pelatihan berlangsung menyenangkan.

Tidak hanya itu, salah satu peserta juga menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan pelatihan. “Saya merasa sangat terinspirasi untuk dapat belajar lebih dalam tentang materi coding sebagai bekal saya menjadi guru yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujar Qonitat.

Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar, khususnya dalam penerapan computational thinking dan coding dasar pada proses pembelajaran. Tim pelaksana berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id