Berita

Mahasiswa KKN UPGRIS Berdayakan UMKM Desa Kemiri Lewat Inovasi Branding Kemasan melalui Pencetakan dan Pendesainan Stiker serta Titik Google Maps

Avatar photo
2
×

Mahasiswa KKN UPGRIS Berdayakan UMKM Desa Kemiri Lewat Inovasi Branding Kemasan melalui Pencetakan dan Pendesainan Stiker serta Titik Google Maps

Sebarkan artikel ini
stiker-mba-munyasaroh

KEMIRI, GROBOGAN – Dalam upaya menggerakkan roda perekonomian lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sukses melaksanakan program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kemiri, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Kamis (27/8/2026). Program ini berfokus pada penguatan branding visual produk serta kemudahan akses pencarian digital bagi usaha warga setempat.

Program inovatif yang diusung oleh penanggung jawab seksi UMKM, Muhammad Fadli Anwar dan Zahwa Mailul Aroof, ini berangkat dari besarnya potensi jajanan lokal Desa Kemiri yang dinilai mampu bersaing di pasar yang lebih luas jika dikemas secara modern.

 

Langkah pertama yang dilakukan tim KKN adalah merancang dan mencetak stiker kemasan baru yang lebih profesional. Terdapat empat UMKM yang mendapatkan sentuhan wajah baru ini, yaitu usaha Rengginang milik Ibu Amin Puji Astuti dengan jenama “Rengginang Mbah Rayi”, Keripik Pisang milik Ibu Yayuk “Keripik Pisang Bu Yayuk”, Serabi Gulung milik Ibu Menik “Serabi Gulung Bu Menik”, serta aneka camilan milik Ibu Munyasaroh “Risky Snack”.Dengan hadirnya stiker identitas yang apik dan informatif, produk-produk tersebut kini memiliki daya tarik visual dan nilai jual yang jauh lebih kuat di mata konsumen.

Tidak berhenti pada kemasan fisik, mahasiswa KKN UPGRIS juga mendorong digitalisasi UMKM Desa Kemiri. Tim memfasilitasi pendaftaran titik lokasi usaha di aplikasi pencarian Google Maps. Pada tahap ini, fasilitas peta digital tersebut difokuskan untuk dua pelaku UMKM, yakni tempat produksi milik Ibu Yayuk dan Ibu Munyasaroh.

 

“Kami melihat potensi produk UMKM di Desa Kemiri ini sangat luar biasa. Namun, memang masih membutuhkan dorongan dari segi branding kemasan dan kemudahan pencarian lokasi bagi pembeli dari luar desa, Melalui pengadaan stiker identitas dan titik Google Maps ini, kami berharap jangkauan pasar ibu-ibu pelaku UMKM bisa semakin luas dan mudah ditemukan,” ungkap Fadli.

Inisiatif nyata dari mahasiswa ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pelaku usaha. Adanya pembaruan pada kemasan dan integrasi teknologi dirasa sangat tepat sasaran dalam menjawab tantangan bisnis kecil saat ini.

“Alhamdulillah, berkat bantuan Mas dan Mbak KKN, pembuatan stiker keripik pisang saya sekarang jadi lebih menarik dan ada namanya. Apalagi sekarang kalau ada pelanggan baru yang mau beli langsung ke rumah, tinggal dicari di Google Maps karena titiknya sudah ada. Ini sangat membantu kelancaran usaha kecil seperti kami,” tutur Ibu Yayuk dengan penuh syukur.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UPGRIS dan masyarakat Desa Kemiri ini diharapkan mampu memutar roda perekonomian lokal secara lebih progresif. Pendampingan berupa perbaikan kemasan dan visibilitas digital ini menjadi pijakan awal yang kokoh agar UMKM desa mampu “naik kelas” dan bersaing di pasar modern.

  • KKN 52 Kemiri UPGRIS 2026
  • Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 52 Kemiri Tahun 2026
  • kknkemirigrobogan52@gmail.com
  • 087837007684
  • tf-berita-umkm
    tf-berita-umkm
  • Setuju
Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id