NEWSFEED.ID, Surabaya — Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Ilmu Administrasi Publik (SIAP) 2026 pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan ilmiah tahunan tersebut mengusung tema “Kolaborasi Multi Aktor dalam Tata Kelola Pembangunan Nasional: Strategi Co-Governance untuk Pencapaian SDG’s.”
Seminar ini menjadi wadah diskusi akademik yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi pemerintahan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dan dihadiri oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi serta instansi pemerintahan.
Ketua pelaksana SIAP 2026 Hendra Wijayanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, komunitas masyarakat, dan media dalam menciptakan tata kelola pembangunan yang partisipatif dan adaptif.
“Konsep co-governance menjadi pendekatan penting dalam menjawab kompleksitas persoalan publik di era modern. Melalui seminar ini, kami berharap lahir gagasan dan inovasi kolaboratif yang mampu mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.
Kegiatan seminar menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari transformasi tata kelola pemerintahan, penguatan partisipasi masyarakat, digitalisasi pelayanan publik, hingga implementasi kebijakan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun daerah.
Dalam sesi diskusi, para pembicara menekankan bahwa keberhasilan pencapaian SDGs sangat bergantung pada kemampuan berbagai aktor untuk membangun kolaborasi yang efektif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. Selain itu, generasi muda dan kalangan akademisi dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam mendorong inovasi tata kelola pemerintahan.
SIAP 2026 juga menjadi momentum penguatan jejaring akademik antar mahasiswa dan peneliti di bidang administrasi publik. Peserta diberikan ruang untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan hasil penelitian terkait tata kelola pembangunan berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan Seminar Ilmu Administrasi Publik (SIAP) 2026, Program Studi Administrasi Publik UPN “Veteran” Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu administrasi publik yang responsif terhadap dinamika pembangunan nasional dan tantangan global di masa depan.
Penulis: Erwing Wahyu Millensyah, S.AP., M.AP












