BeritaPendidikan

Mengubah Singkong Menjadi Emas, Tim KKN Bersama Internasional Latih Warga Labuhan Ratu VI Olah Tepung MOCAF

Avatar photo
105
×

Mengubah Singkong Menjadi Emas, Tim KKN Bersama Internasional Latih Warga Labuhan Ratu VI Olah Tepung MOCAF

Sebarkan artikel ini
Tim KKN Bersama Internasional Kelompok 9 berfoto bersama ibu-ibu PKK setelah memberikan pelatihan pembuatan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) di Balai Desa Labuhan Ratu VI, Lampung Timur. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi singkong yang menjadi komoditas utama desa.

NEWSFEED.ID, LAMPUNG TIMUR – Tim KKN Bersama Internasional 2025, kelompok 9 yang terdiri dari berbagai kampus, mulai dari Institut Teknologi Sumatra, Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Riau, Universitas Malikussaleh, Universitas Palangkaraya, Universitas Pendidikan Indonesia, dan UIN Raden Intan Lampung mengadakan pelatihan pembuatan dan pengolahan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) di Balai Desa Labuhan Ratu VI, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, pada Kamis, 31 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Labuhan Ratu VI sebanyak 25 orang.

Desa Labuhan Ratu VI dikenal sebagai sentra pertanian singkong, yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warganya. Namun, harga jual singkong mentah sangat rendah, hanya sekitar Rp400 per kilogram, bahkan tahun ini mengalami penurunan drastis.

Hasil panen dari lahan setengah hektar yang sebelumnya bernilai Rp14 juta kini hanya sekitar Rp5 juta. Kondisi ini membuat pendapatan petani merosot dan daya beli masyarakat menurun, terlebih singkong memiliki daya simpan singkat sehingga petani terpaksa menjual cepat dengan harga murah.

Pengolahan singkong menjadi tepung MOCAF menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai jual, memperpanjang daya simpan, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Melalui pelatihan ini, peserta belajar langsung teknik pengolahan singkong menjadi tepung MOCAF secara higienis, kemudian mempraktikkan pembuatan cookies berbahan dasar MOCAF.

Dalam sambutannya, Ibu Katini, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Labuhan Ratu VI, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini tidak hanya membuka peluang usaha, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan hasil produksi sendiri. “Semoga dengan adanya workshop ini, kita bisa membuat tepung sendiri. Jangan jauh-jauh untuk dijual, tapi bisa juga kita konsumsi sendiri,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Bersama Internasional Kelompok 9 mendemonstrasikan cara mengolah singkong menjadi tepung MOCAF dan cookies kepada ibu-ibu PKK Desa Labuhan Ratu VI, Lampung Timur. Kegiatan ini merupakan solusi untuk meningkatkan daya simpan dan nilai jual singkong.

Salah satu peserta, Ibu Laras wati, yang merupakan anggota PKK, mengatakan, “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena di desa kami belum pernah ada pelatihan pembuatan tepung MOCAF dari singkong mentah. Kami jadi tahu bahwa bagiamana cara pembuatan tepung mocaf.”

Kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi usaha yang membandingkan potensi keuntungan antara menjual singkong mentah, menjualnya setelah diolah menjadi tepung MOCAF, dan menjadikannya cookies siap jual. Hasil simulasi menunjukkan bahwa produk olahan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan peluang pasar yang menjanjikan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Labuhan Ratu VI dapat mengembangkan usaha berbasis singkong, sehingga meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan warga.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id