NEWSFEED.ID, Surabaya — Lima mahasiswa Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi moderasi beragama di RT 03 RW 02 Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, pada 25 Mei 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Agama Islam tersebut mengangkat tema Sosialisasi Moderasi Beragama sebagai Dasar Penyusunan Program Kerja Masyarakat. Program ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai moderasi beragama sekaligus mendampingi masyarakat dalam merumuskan program kerja yang mengedepankan kebersamaan, toleransi, dan keberagaman.
Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan sikap moderat di tengah masyarakat yang majemuk. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa berupaya menghubungkan pemahaman akademik yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan kebutuhan nyata masyarakat di tingkat lingkungan rukun tetangga.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai moderasi beragama yang mencakup nilai toleransi antarumat, gotong royong, penghargaan terhadap perbedaan, serta sikap inklusif dalam kehidupan sosial. Sesi sosialisasi berlangsung secara interaktif dan mendapat respons positif dari warga yang hadir.
Setelah pemaparan materi, mahasiswa memfasilitasi diskusi bersama masyarakat untuk menyusun program kerja yang relevan dengan kondisi lingkungan setempat. Melalui proses musyawarah tersebut, warga dan mahasiswa berhasil merumuskan sejumlah program berbasis nilai moderasi beragama yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Program yang disepakati meliputi kegiatan kerja bakti dan renovasi lingkungan, lomba kemerdekaan, pentas seni, serta pameran budaya dan bazar UMKM. Keempat program tersebut dirancang sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pengembangan potensi budaya dan ekonomi lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan dalam bentuk foto, video, dan konten media sosial sebagai media publikasi sekaligus arsip kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan sesi evaluasi yang melibatkan peserta untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program.
Dosen pengampu Mata Kuliah Agama Islam, Dr. Taufikurrahman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
“Project Moderasi Beragama ini bertujuan menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai perbedaan di kalangan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan nilai-nilai moderasi beragama secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang terbuka, mampu bekerja sama dalam keberagaman, serta berkontribusi menjaga persatuan dan kerukunan bangsa,” tambahnya.
Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Irsyad Halast, menyampaikan bahwa pelaksanaan program berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sejak awal.
“Secara umum kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Partisipasi masyarakat cukup tinggi dan diskusi berjalan aktif, terutama saat penyusunan program kerja berbasis moderasi beragama,” katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna setempat, Reva, mengapresiasi keterlibatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Sebagian besar masyarakat antusias, terutama saat diskusi penyusunan program kerja. Mereka aktif memberikan ide dan masukan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep moderasi beragama, tetapi juga memiliki rancangan program kerja yang dapat menjadi pedoman dalam membangun lingkungan yang harmonis dan inklusif.
Empat program yang telah dirumuskan diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap oleh warga RT 03 RW 02 Kelurahan Panjang Jiwo sebagai bentuk penerapan nilai toleransi, gotong royong, dan penghargaan terhadap keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memungkinkan mereka memahami bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diterapkan secara praktis untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan sosial yang rukun, partisipatif, dan berkelanjutan.











