NEWSFEED.ID, TANGERANG – Mahasiswa melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan melalui program INTENSI (Ingat Hipertensi dengan Kalender Edukasi) di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Gembor, Kota Tangerang, pada Senin (18/5/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat usia dewasa mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui media kalender edukasi.
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti konsumsi natrium berlebih, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi kafein yang tinggi, serta stres yang tidak terkelola dengan baik.
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena umumnya tidak menimbulkan gejala yang khas, namun dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan pembuluh darah. Oleh karena itu, upaya pencegahan melalui edukasi dan penerapan gaya hidup sehat menjadi sangat penting untuk dilakukan sejak dini.
Penanggung jawab kegiatan, Salma Khairunnisa Tsabita, menjelaskan bahwa program INTENSI dirancang sebagai media edukasi yang praktis dan mudah dipahami masyarakat.
“Kami menggunakan kalender edukasi sebagai media penyuluhan karena dapat dijadikan pengingat harian mengenai pola hidup sehat dan pencegahan hipertensi,” ujarnya.
Kegiatan diikuti oleh 25 peserta usia dewasa dan diawali dengan registrasi peserta, pengisian pre-test, penyuluhan mengenai hipertensi, sesi tanya jawab, pengisian post-test, hingga pembagian souvenir dan penutupan. Materi yang diberikan meliputi pengertian hipertensi, faktor risiko, pola makan rendah natrium, pentingnya aktivitas fisik, serta perilaku hidup sehat seperti berhenti merokok dan membatasi konsumsi kafein.
Dalam sesi edukasi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membatasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh per hari, memperbanyak konsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat, menjaga berat badan ideal, serta melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari sebanyak 5 kali dalam seminggu. Peserta juga diingatkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin sebagai langkah deteksi dini hipertensi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti penyuluhan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta aktif bertanya mengenai cara menjaga tekanan darah tetap normal dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil evaluasi, program INTENSI menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap peserta setelah diberikan edukasi. Rata-rata nilai pengetahuan peserta meningkat dari 31,6% pada pre-test menjadi 97,6% pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 66%. Selain itu, rata-rata nilai sikap peserta meningkat dari 33,2% menjadi 94% dengan selisih peningkatan sebesar 60,8%. Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,00 (p<0,05) pada variabel pengetahuan dan sikap. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah intervensi edukasi diberikan.
“Melalui program ini diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, serta menerapkan perilaku hidup sehat untuk mencegah hipertensi,” tambah Salma.
Program INTENSI juga dinilai berhasil mencapai indikator keberhasilan kegiatan, dimana lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan nilai pengetahuan dan sikap setelah edukasi diberikan. Tingkat kehadiran peserta hingga akhir kegiatan juga memenuhi target yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, media kalender edukasi diharapkan dapat menjadi salah satu sarana promosi kesehatan yang efektif, praktis, dan mudah dipahami masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi. Ke depannya, program serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan menekan angka kejadian hipertensi di wilayah Kota Tangerang.
Sumber:
- Astarini, M. I. A., Tengko, A. L., & Lilyana, M. T. A. (2021). Pengalaman Perawat Menerapkan Prosedur Keselamatan Pada Klien Lanjut Usia. Adi Husada Nursing Journal, 7(1), 5. https://doi.org/10.37036/ahnj.v7i1.195
- Aulia, D., Siswadi, A. G. P., & Abidin, F. A. (2024). Gambaran Gaya Hidup Sehat Dewasa Indonesia dalam Perspektif Sosiodemografi. Journal of Psychological Science and Profession, 8(2), 168–176. https://doi.org/10.24198/jpsp.v8i2.56417
- Jun, K., Niman, S., & Suntoro, H. (2023). Kesehatan fisik dengan kepuasan hidup pada kelompok dewasa tengah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 8(3).
- Rahayu, D., Irawan, H., Santoso, P., Susilowati, E., Atmojo, D. S., & Kristanto, H. (2021). Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Lansia. Jurnal Peduli Masyarakat, 3(1), 91–96. https://doi.org/10.37287/jpm.v3i1.449
- RISKESDAS. (2018). LAPORAN NASIONAL RISKESDAS 2018.
- Wulandari, A. S. R. (2026). DEWASA MUDA DI AMBANG HIPERTENSI: ANALISIS PENGARUH GAYA HIDUP DI PUSKESMAS SUDIANG RAYA MAKASSAR. Jurnal Mitrasehat, 16(1), 133–142.











