Berita

Mahasiswa KKNT IPB University Adakan Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme di Desa Karangtengah, Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan dari Limbah Dapur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Avatar photo
156
×

Mahasiswa KKNT IPB University Adakan Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme di Desa Karangtengah, Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan dari Limbah Dapur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University bersama Tim Penggerak PKK dan para peserta pelatihan berfoto bersama usai kegiatan penyuluhan dan praktik pembuatan eco-enzyme di Sasana Praja Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Rabu (23/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam mengolah sampah organik menjadi produk ramah lingkungan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

NEWSFEED.ID, BANYUMAS – Sampah organik rumah tangga yang selama ini dianggap sebagai limbah tak berguna, kini bertransformasi menjadi produk ramah lingkungan melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 23 Juli 2025, bertempat di Sasana Praja Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKNT IPB University dan Tim Penggerak PKK Desa Karangtengah, yang diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan metode pengolahan limbah organik menjadi eco-enzyme—produk hasil fermentasi alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair, pembersih rumah tangga, pengusir hama tanaman, hingga penjernih air.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Karangtengah, Bapak Karyoto, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah yang lebih bijak. Ia juga menyampaikan bahwa Desa Karangtengah pernah mengalami kejadian diare massal akibat pencemaran air, yang diduga kuat berasal dari limbah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa IPB ini. Pelatihan seperti ini tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Karyoto.

Materi pelatihan disampaikan oleh Danik Septianingrum, mahasiswa Program Studi Biologi IPB University, yang menjelaskan proses pembuatan eco-enzyme secara sederhana dan aplikatif. Peserta diperkenalkan pada rasio komposisi bahan, tahapan fermentasi, hingga cara penyimpanan dan pemanfaatan produk yang dihasilkan.

Usai sesi materi, pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta secara aktif mencampurkan bahan-bahan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran ke dalam wadah fermentasi bersama air dan gula sebagai pemanis alami. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terutama saat peserta berbagi pengalaman pengelolaan sampah di rumah masing-masing.

Peserta pelatihan mencampurkan bahan-bahan limbah organik seperti kulit buah dan sayuran ke dalam wadah fermentasi sebagai bagian dari praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair, pembersih rumah, hingga penjernih air. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Salah satu peserta, Ibu Wiwit, mengaku baru mengetahui bahwa limbah dapur yang biasa ia buang ternyata bisa dimanfaatkan. “Saya tertarik mencoba di rumah. Bisa untuk pupuk tanaman dan pembersih lantai. Ini sangat berguna,” ujarnya.

Program pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Selain itu, eco-enzyme yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha mikro berbasis limbah organik.

Pelatihan eco-enzyme ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKNT IPB University di Desa Karangtengah yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), poin 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), serta poin 1 (pengentasan kemiskinan).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa IPB University tidak hanya hadir sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun solusi berkelanjutan berbasis potensi lokal.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id