NEWSFEED.ID, SEMARANG — Dalam rangka mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di tingkat rumah tangga, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) lewat program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) melaksanakan program bertajuk “Penerapan Aquaponik Sederhana sebagai Upaya Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Tingkat Rumah Tangga” Kelurahan Pedurungan Kidul. Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan dosen Fakultas Ilmu Budaya, Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., dan Riris Tiani, S.S., M.Hum.
Program yang digagas oleh Devy Apriany Situmorang, mahasiswi jurusan Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian, yang tergabung dalam Tim KKN-T 104 ini berfokus pada edukasi dan praktik langsung sistem aquaponik, yaitu metode pertanian terintegrasi yang menggabungkan budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman tanpa tanah (hidroponik) dalam satu sistem yang saling menguntungkan.
Limbah organik dari ikan dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi tanaman, sementara tanaman berperan dalam menyaring air yang kemudian dialirkan kembali ke kolam ikan, menciptakan ekosistem yang efisien dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Balai RW 6 Kelurahan Pedurungan Kidul, dan melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 6 di Kelurahan Pedurungan Kidul sebagai peserta utama.
Kegiatan ini berlangsung dengan pendekatan edukasi yaitu pemaparan materi terkait sistem aquaponic dan dilanjut dengan demonstrasi langsung menggunakan alat sederhana seperti galon bekas dalam rangka pemanafaatan limbah anorganik.
Tanaman yang dibudidayakan pun merupakan sayuran konsumsi harian yaitu sawi, serta ikan lele sebagai sumber protein. “Melalui program ini, saya ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah, dengan sistem sederhana, murah, dan ramah lingkungan,” ujar Devy.
Antusiasme dari Ibu-ibu RW 6 terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga turut serta dalam proses pembuatan sistem aquaponik secara langsung. “Aquaponik seperti ini memang cocok sekali dibudidayakan di lingkungan padat penduduk seperti kami,” ujar Bu Lisa, Ibu ketua RW 6. Harapannya, keterampilan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri di rumah masing-masing.

Selain memberi solusi alternatif terhadap keterbatasan lahan dan sumber daya, penerapan aquaponik juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian berkelanjutan dan kemandirian pangan.
Kegiatan KKN ini menunjukkan peran nyata mahasiswa dalam membantu masyarakat lewat teknologi sederhana dan pendidikan yang mudah dipahami.
Ke depannya, diharapkan lebih banyak inisiatif serupa yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di era modern, terutama di wilayah-wilayah yang masih mengandalkan pertanian konvensional.











