NEWSFEED.ID, TEGAL — Pengembangan strategi pemasaran dan branding produk Terasi Udang Pak Kempung di Desa Suradadi dilakukan secara sistematis dan terintegrasi dalam beberapa luaran program kerja yang mendukung penguatan identitas merek, peningkatan akses pasar, serta keberlanjutan usaha.
Strategi ini secara teoritis mengacu pada pendekatan Brand Equity dari Aaker (1991), yang menekankan pentingnya membangun kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas pelanggan.
Berikut ini merupakan pembahasan terperinci dari masing-masing luaran berdasarkan dokumentasi pelaksanaan program kerja.
1. Pembuatan Banner UMKM.
Pembuatan banner UMKM menjadi upaya membangun brand awareness secara visual. Banner dirancang dengan elemen desain strategis yang mencerminkan identitas usaha serta memperkuat positioning produk. Menurut Kotler & Keller (2016), elemen visual yang konsisten dapat memperkuat persepsi merek di benak konsumen

2. Pembuatan Logo beserta filosofi, sticker Logo, dan Redesain Kemasan UMKM.
Pembuatan logo bertujuan untuk menciptakan diferensiasi dan kredibilitas produk. Logo Pak Kempung disusun berdasarkan nilai lokal seperti keaslian bahan, proses tradisional, dan komitmen keberlanjutan, yang kemudian diterapkan pada stiker dan kemasan produk.
Kemasan berfungsi tidak hanya sebagai pelindung produk, tetapi juga alat komunikasi merek (silent salesman), terutama dengan adanya informasi bahan dalam bahasa Inggris yang menunjang strategi ekspansi pasar global

3. Pembuatan Katalog Digital (Company Profile).
Pembuatan company profile (katalog digital) berfungsi sebagai media pemasaran berbasis narasi. Ini sesuai dengan pendekatan storytelling marketing yang efektif dalam membangun kedekatan emosional antara konsumen dan merek.

4. Penyusunan Narasi Sejarah Terasi Suradadi Milik Pak Sahuri.
Dalam rangka pelestarian nilai budaya lokal, disusun pula narasi sejarah terasi Suradadi yang berasal dari pengalaman Pak Sahuri, tokoh lokal yang dikenal sebagai salah satu pelopor produksi terasi tradisional di wilayah tersebut.

5. Pembuatan Brosur UMKM Terasi.
Brosur menjadi media promosi cetak yang praktis dan efektif. Dalam program ini, brosur dirancang dengan ukuran A4 lipat dua, berisi ringkasan profil usaha, keunggulan produk, informasi kontak, serta foto-foto produk dan proses produksi. Dan Brosur ini juga membuat daya tarik customer dari kalangan usia.

6. Pelatihan Pembuatan dan Penggunaan QRIS.
Materi Pelatihan QRIS dan sosialisasi keamanannya mendukung transformasi digital UMKM dan literasi keuangan digital, yang juga memperkuat aspek place dan price dari bauran pemasaran (marketing mix 4P).

7. Sosialisasi Penggunaan QRIS Secara Legal dan Aman.
Pelatihan QRIS dilengkapi dengan sesi sosialisasi mengenai aspek hukum dan keamanan dalam menggunakan QRIS, termasuk larangan penyalahgunaan data, pentingnya menjaga keamanan akun, serta pemahaman terhadap regulasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan OJK.

8. Pencantuman Komposisi Produk dalam Bahasa Inggris.
Untuk meningkatkan akses pasar, terutama dalam konteks e-commerce lintas wilayah atau ekspor, kemasan produk dilengkapi dengan label informasi bahan (ingredients) dalam bahasa Inggris.

9. Pembangunan Fasilitas Tempat Sampah di Lingkungan tempat produksi terasi.
Pembangunan fasilitas tempat sampah mencerminkan pendekatan green branding, yaitu integrasi nilai keberlanjutan ke dalam citra merek. Sebagai bentuk dukungan terhadap praktik usaha yang berkelanjutan, dibangun fasilitas tempat sampah permanen di area produksi terasi. Fasilitas ini terdiri dari tiga jenis tempat sampah terpisah: organik, anorganik, dan limbah produksi (B3).

10. Pembuatan akun sosial media “Instagram”

Pembuatan @terasipakkempung mendukung saluran promosi untuk mendukung penjualan terasi secara online melalui promosi visual guna menjangkau lebih banyak konsumen.
Strategi pengembangan branding dan pemasaran Terasi Pak Kempung di Desa Suradadi merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing produk lokal melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis teori pemasaran modern. Branding menjadi aspek penting dalam membentuk identitas produk agar mudah dikenali dan memiliki nilai tambah di mata konsumen.
Menurut teori Brand Equity dari Aaker (1991), kekuatan merek dibangun melalui kesadaran merek (brand awareness), asosiasi merek (brand association), persepsi kualitas, dan loyalitas pelanggan (Sri Wahyuni, 2021). Terasi Pak Kempung, peningkatan visual merek (logo, kemasan, dan slogan khas), serta penekanan pada kualitas bahan baku dan tradisi lokal, dapat memperkuat identitas produk dan membedakannya dari kompetitor.
Dari sisi pemasaran, pendekatan Marketing Mix (4P) yaitu Product, Price, Place, dan Promotion perlu diterapkan secara strategis(Supriyanto & Hana, 2020). Produk terasi yang dikembangkan perlu memiliki keunikan rasa dan kualitas yang konsisten, penetapan harga yang kompetitif, distribusi yang menjangkau pasar lokal dan digital, serta promosi yang kreatif baik melalui media sosial, testimoni pelanggan, maupun kegiatan bazar kuliner lokal.
Strategi digital marketing juga relevan dalam memperluas jangkauan pasar, sebagaimana dijelaskan oleh Kotler dan Keller (2016), bahwa pemasaran digital memberi peluang UMKM untuk menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang lebih efisien (Febri et al., 2022).











