BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Inovasi Bank Sampah RW 01 Tambangan, Dari Panduan Pengembangan hingga Smartbin Elektronik

Avatar photo
143
×

Mahasiswa KKN UNDIP Hadirkan Inovasi Bank Sampah RW 01 Tambangan, Dari Panduan Pengembangan hingga Smartbin Elektronik

Sebarkan artikel ini
Warga RW 01, Kelurahan Tambangan, Semarang, melakukan pemilahan sampah sebagai bagian dari program bank sampah. Kegiatan ini didukung oleh mahasiswa KKN Undip untuk membangun sistem pengelolaan limbah yang terstruktur dan ramah lingkungan.

NEWSFEED.ID, SEMARANG – Warga RW 01 Kelurahan Tambangan, Kota Semarang, terus menunjukkan komitmen dalam membangun pengelolaan sampah yang terstruktur dan ramah lingkungan.

Berkat dukungan mahasiswa KKN-T Tim 85 Undip 2025, dua program inovatif diluncurkan untuk memperkuat sistem bank sampah, yaitu Panduan Pengembangan Bank Sampah RW 01 dan Smartbin Elektronik khusus sampah elektronik kelurahan Tambangan.

Panduan Pengembangan Bank Sampah RW 01

Manusia dan sampah merupakan dua aspek yang tak terpisahkan. Di RW 01 Tambangan, hubungan ini dibentuk secara konstruktif melalui keberadaan bank sampah. Limbah yang biasanya menjadi gangguan pemandangan kini dimanfaatkan sebagai sumber keuntungan bagi warga.

Pelaksanaan bank sampah di RW 01 sudah merata di empat RT, dan saat ini pengurus RW tengah merencanakan pembangunan bank sampah tingkat RW. Hal ini mendorong mahasiswa KKN-T Tim 85 Undip untuk turut serta mendukung pengembangannya.

Program “Panduan Pengembangan Bank Sampah RW 01” digagas oleh Maria Gratia Rosarina dari Kelompok 1 KKN-T Tim 85. Panduan ini disusun menggunakan pendekatan Appreciative Inquiry (AI), yang menitikberatkan pada penguatan keberhasilan program dan menyempurnakannya agar memberikan dampak positif yang lebih luas.

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, Maria menemukan bahwa partisipasi masyarakat cukup tinggi, pengurus bank sampah aktif, dan pengurus telah terbekali lewat sosialisasi. Panduan ini memuat lima aspek utama dari temuan hingga aspirasi ke depan, disertai rekomendasi langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh kelurahan, pengurus RW, dan pengurus bank sampah RT.

Mahasiswa KKN-T UNDIP melakukan penyerahan panduan kepada pihak kelurahan.

Maria mengusulkan peningkatan kolaborasi antar-pengurus RT, penyediaan sarana yang memadai seperti bak sampah, alat pembakaran minim asap, dan timbangan yang lebih layak. Dengan adanya panduan tersebut, masyarakat juga dapat menjadikannya sebagai acuan dalam melaksanakan bank sampah RW yang sedang dibangun.

Smartbin Elektronik untuk Sampah Elektronik

Selain panduan pengembangan, inovasi lain yang dihadirkan adalah Smartbin, tempat sampah otomatis khusus untuk limbah elektronik. Program ini digagas dan dilaksanakan oleh Haya Zahwa Aqilah, mahasiswi Teknik Elektro KKN-T Tim 85 Undip. Inisiatif ini muncul dari pengamatan bahwa pengelolaan sampah elektronik di beberapa RT yang sudah menjalankan bank sampah, seperti RT 02 dan RT 04, masih belum tepat. Sampah elektronik sering dicampur dengan sampah lain atau dibiarkan begitu saja, padahal sampah elektronik memiliki bahan beracun dan logam berat yang bersifat biokumulatif, dimana efek dari sampah tersebut baru akan dirasakan setelah beberapa tahun.

Pembuatan Smartbin bertujuan mempermudah proses pemilahan dan penyimpanan limbah elektronik sejak dari sumbernya. Dengan desain otomatis dan ramah pengguna, alat ini tidak hanya membantu teknis pengelolaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga tentang pentingnya membuang sampah sesuai kategori.

Mahasiswa KKN-T UNDIP melakukan penyerahan alat Smartbin kepada perwakilan RW 01.

Penyerahan Smartbin dilakukan kepada Bapak RW 01 selaku perwakilan pengurus bank sampah RW yang sedang dibangun. Beliau mengapresiasi inovasi ini dan berharap keberadaan Smartbin dapat menjadi langkah awal pengelolaan limbah elektronik yang lebih terarah.

“Kami sangat terbantu dengan adanya Smartbin ini. Semoga dapat menjadi awal yang baik untuk pengelolaan sampah elektronik secara bijak,” ungkapnya.

Dengan hadirnya dua inovasi ini, RW 01 Tambangan semakin mantap menuju pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menyehatkan lingkungan.

Penulis: Maria Gratia Rosarina dan Haya Zahwa Aqilah
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL):
1. Dr.techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T.,M.T.
2. Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id