NEWSFEED.ID, GROBOGAN — Warga Dusun Kauman, Desa Sugihmanik, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 69 Universitas Diponegoro, melaksanakan kegiatan penanaman bibit cabai dan jahe di lahan kosong yang berada di area Taman Kampung KB Dusun Kauman. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak digunakan menjadi area produktif, sekaligus mendukung upaya ketahanan pangan masyarakat di lingkungan desa.
Proses penanaman dilakukan secara gotong royong dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Ibu RT, Pak Kadus, Pak RW, hingga beberapa warga yang antusias berpartisipasi. Bibit cabai dan jahe yang digunakan dalam kegiatan ini telah dipersiapkan sebelumnya oleh warga bersama mahasiswa KKN-T UNDIP, sehingga pada hari pelaksanaan seluruh peserta dapat langsung melakukan penanaman secara bersama-sama. Lahan kosong yang dipilih dinilai strategis karena terletak di area Taman Kampung KB, sehingga memudahkan warga untuk melakukan perawatan rutin dan pengawasan terhadap pertumbuhan tanaman.
Ade Rizqi Sudiro, salah satu mahasiswa KKN-T UNDIP Tim 69 yang turut mendampingi jalannya kegiatan, menjelaskan bahwa penanaman ini bukan hanya sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. “Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah positif untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada di desa. Selain bisa menghasilkan cabai dan jahe untuk kebutuhan konsumsi warga, proses penanaman bersama juga menghidupkan semangat gotong royong. Harapannya, setelah tanaman ini tumbuh dan berbuah, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Pak Kadus Dusun Kauman memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-T UNDIP atas kontribusi dan inisiatif yang mereka lakukan. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah ikut serta membantu warga memanfaatkan lahan kosong menjadi lebih produktif. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk memanfaatkan lahan menjadi sumber pangan yang bermanfaat,” tuturnya.

Dengan adanya kegiatan ini, warga diharapkan dapat semakin termotivasi untuk mengelola lahan pekarangan atau tanah kosong di sekitar rumah mereka menjadi lahan produktif yang dapat menambah ketersediaan bahan pangan. Selain membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, penanaman cabai dan jahe ini juga berpotensi menjadi peluang usaha kecil jika dikelola dengan baik.
Kegiatan kolaboratif ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan mahasiswa, potensi desa dapat digali dan dimanfaatkan secara maksimal. Diharapkan, inisiatif ini menjadi inspirasi bagi dusun-dusun lain di Desa Sugihmanik untuk melakukan langkah serupa, sehingga tercipta desa yang lebih mandiri secara pangan, sehat secara lingkungan, dan kuat secara kebersamaan.











