NEWSFEED.ID, SOLOK — Pada tahun 2024, Nurhijriaty Putri Alifiah, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler di Nagari Salayo, Kabupaten Solok, melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 7 Selayo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang bahaya penggunaan narkoba dan dampak negatifnya terhadap kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Dengan pendekatan yang bersifat edukatif dan interaktif, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran yang mendalam di kalangan siswa mengenai risiko besar yang ditimbulkan oleh narkoba, serta pentingnya peran aktif mereka dalam menjaga diri dan lingkungan dari ancaman tersebut.

Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di aula sekolah dengan dihadiri oleh puluhan siswa yang penuh antusiasme. Dengan latar belakang hukum yang dimilikinya, pemateri memberikan penjelasan yang mendetail mengenai berbagai jenis narkoba yang sering ditemui di lingkungan sekitar.
Ia tidak hanya membahas aspek legalitas, tetapi juga memaparkan bagaimana narkoba dapat merusak kesehatan fisik dan mental, menghancurkan hubungan sosial, dan menghambat pencapaian tujuan hidup.
Pemateri menekankan bahwa masa depan yang cerah dapat tercapai hanya jika mereka mampu menjauhi narkoba sejak dini. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, serta bagaimana lingkungan sekolah dapat menjadi wadah yang mendukung perilaku positif dan sehat.
Dalam sosialisasi ini, pemateri juga memberikan tips dan trik kepada para siswa tentang bagaimana menghindari godaan untuk mencoba narkoba, termasuk bagaimana memilih teman yang baik dan kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang.
Dijelaskan bahwa pilihan teman yang tepat dan keterlibatan dalam kegiatan yang bermanfaat dapat menjadi kunci untuk menjauhkan diri dari pengaruh buruk.
Pemateri juga menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam menolak ajakan yang berbahaya dan selalu berani mengatakan “tidak” ketika dihadapkan pada situasi yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, ia melibatkan beberapa mahasiswa lainnya dalam kegiatan ini untuk memperkuat pesan yang disampaikan melalui diskusi interaktif dan simulasi situasi nyata yang mungkin dihadapi oleh siswa.
Dengan pendekatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMPN 7 Selayo mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya narkoba dan semakin waspada terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika di sekitar mereka.
Pemateri berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang dalam menciptakan generasi muda yang bebas dari narkoba dan memiliki masa depan yang cerah.
Ia percaya bahwa dengan memberikan edukasi yang tepat sejak dini, para siswa akan lebih mampu mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, termasuk godaan untuk menggunakan narkoba.
Selain itu, diharapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal bagi upaya yang lebih luas dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, tidak hanya di Kabupaten Solok tetapi juga di berbagai daerah lainnya.











