NEWSFEED.ID, Semarang – Dalam rangka mendorong kemajuan usaha mikro di Plamongansari, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam KKN-T Tim 105 melaksanakan program monodisiplin bertema digitalisasi UMKM. Program ini dilaksanakan dengan penerapan sistem pendataan digital pada “Seblak Prasmanan Zalfa”, sebuah usaha kuliner yang berlokasi di RW 13, Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang pada Rabu (23/7/2025). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan pendekatan inovatif berbasis teknologi digital.
Seblak Prasmanan Zalfa menawarkan konsep yang berbeda dan masih jarang ditemukan di kawasan sekitarnya. Dengan sistem prasmanan, pelanggan dapat secara leluasa memilih sendiri bahan-bahan seblak sesuai keinginan, seperti kerupuk, sayuran, sosis, hingga aneka topping lainnya. Ditambah variasi tingkat kepedasan, tempat ini memberikan pengalaman makan yang lebih personal dan menyenangkan. Namun sayangnya, beberapa kali sering terjadi kehabisan stock bahan baku seblak yaitu kerupuk.
Setelah bertemu langsung dan melakukan beberapa wawancara, Kevin Bungaran Situmorang—mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik—berinisiatif membantu meningkatkan optimalisasi dari penjualan seblak dengan menerapkan keilmuan teknik industri pada proses bisnis penjualan seblak.

Proses diawali dengan pengambilan data yang dilakukan oleh mahasiswa yaitu dengan mencari data permintaan selama 7 hari kebelakang. Data didapatkan dengan bertanya kepada pelaku UMKM hingga akhirnya mendapatkan jawaban perkiraan dari pembelian yang selalu habis terutama pada 7 hari kebelakang. Setelah itu, mahasiswa membawa pulang data dan mengolah data hingga akhirnya mendapatkan safety stock untuk kerupuk yang menjadi bahan utama pembuatan seblak.
Setelah itu, mahasiswa meringkas semua perhitungannya kemudian memberikan pelaku UMKM sebuah link google form yang berisikan link spreadsheet hasil. Google form digunakan untuk melakukan pencatatan harian dari jumlah kerupuk yang terjual pada 1 hari, kemudian pada spreadsheet bisa terlihat apakah stok sisa sudah berada di bawah nilai minimal stok atau bahkan di atas nilai maksimal stok yang ditandai dengan warna sesuai keadaan stok.
Kegiatan ini menjadi wujud konkret peran serta mahasiswa KKN-T 105 dalam mendorong pemberdayaan UMKM yang mengangkat potensi lokal. Harapannya, kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui kompetensi yang dimiliki.
Penulis: Kevin Bungaran Situmorang, Teknik Industri, Fakultas Teknik
Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum
2. Riris Tiani, S.S., M.Hum.
Lokasi: Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah











