BeritaPendidikan

Dari Konsep Sociopreneur hingga Brownies Singkong, KKN UMBY Dorong Potensi Lokal Dusun Bojong Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Avatar photo
62
×

Dari Konsep Sociopreneur hingga Brownies Singkong, KKN UMBY Dorong Potensi Lokal Dusun Bojong Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 UMBY bersama ibu-ibu Dasawisma Kenanga Dusun Bojong dalam pelatihan pembuatan Brownies Singkong Bojong, Senin (10/8/2026).

NEWSFEED.ID, MAGELANG — Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mendorong pengembangan potensi lokal masyarakat Dusun Bojong, Desa Kajangkoso, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, melalui program sociopreneurship. Rangkaian kegiatan yang melibatkan ibu-ibu Dasawisma Dusun Bojong ini dimulai dengan pengenalan konsep sociopreneur pada Selasa (28/7/2026) dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan Brownies Singkong Bojong pada Senin (10/8/2026).

Program tersebut dirancang untuk mengajak masyarakat mengenali potensi yang tersedia di lingkungan sekitar dan mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui pendekatan sociopreneur, mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman mengenai kewirausahaan sosial, tetapi juga mendampingi masyarakat untuk menerapkan konsep tersebut melalui praktik pengolahan singkong menjadi produk makanan.

Rangkaian program diawali pada Selasa, 28 Juli 2026, melalui kegiatan pengenalan konsep sociopreneur kepada ibu-ibu Dasawisma Dusun Bojong.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan sociopreneurship sebagai pendekatan kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal. Peserta diajak memahami bahwa sebuah usaha tidak harus selalu dimulai dari modal besar. Berbagai hal yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi titik awal untuk menciptakan peluang usaha apabila dikembangkan secara kreatif.

Melalui diskusi bersama, mahasiswa dan masyarakat kemudian mengidentifikasi potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk. Salah satu potensi yang dipilih adalah singkong, yang kemudian dikembangkan menjadi produk olahan berupa brownies. Dari gagasan tersebut lahirlah konsep Brownies Singkong Bojong, produk yang diharapkan dapat membawa identitas lokal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 UMBY memberikan pengenalan konsep sociopreneur kepada ibu-ibu Dasawisma Dusun Bojong, Selasa (28/7/2026).

Dari Teori ke Praktik

Konsep yang telah diperkenalkan kemudian diwujudkan melalui praktik langsung.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 bersama ibu-ibu PKK dan Dasawisma Dusun Bojong melaksanakan pelatihan pembuatan Brownies Singkong Bojong.

Pelatihan menjadi tahap implementasi dari konsep yang telah diperkenalkan sebelumnya. Jika pada kegiatan pertama masyarakat diajak mengenali konsep sociopreneur dan potensi yang dimiliki, pada tahap ini masyarakat secara langsung mempraktikkan bagaimana potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Peserta terlibat dalam berbagai tahapan pembuatan brownies, mulai dari persiapan bahan, pengolahan singkong, pembuatan adonan, hingga proses pengukusan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Ibu-ibu peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan mencoba secara langsung proses pembuatan Brownies Singkong Bojong dengan pendampingan mahasiswa KKN dan Ibu Eti Vebriani sebagai pemateri.

Peserta terlibat langsung dalam proses pengolahan singkong dan pembuatan adonan Brownies Singkong Bojong.

Setelah melalui proses pengolahan dan pengukusan, Brownies Singkong Bojong berhasil dibuat dan mendapatkan respons positif dari peserta.

Bagi masyarakat, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman baru dalam mengolah singkong, tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang mengembangkan bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Antusiasme peserta terlihat sejak tahap penyampaian materi hingga praktik produksi. Proses tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan yang sederhana, aplikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Brownies Singkong Bojong, produk olahan singkong yang dikembangkan melalui program sociopreneur KKN-PPM Kelompok 16 UMBY bersama masyarakat Dusun Bojong.

Ibu Istiqomah: “Kami Mendapat Pengetahuan Baru”

Perwakilan Ibu Dasawisma Kenanga, Ibu Istiqomah, mengapresiasi rangkaian kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, mulai dari memahami konsep sociopreneur hingga mempraktikkan pembuatan produk.

“Terima kasih kami ucapkan kepada adik-adik KKN yang sudah mengundang kita semua untuk belajar bersama, mulai dari kemarin itu yang teori dari pengenalan sociopreneur hingga hari ini akhirnya kita bisa membuat brownies dari singkong. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan dan rasanya enak.”

Ibu Riri berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu Dusun Bojong.

“Semoga dari program ini masyarakat, khususnya ibu-ibu di sini, bisa dijadikan sebagai lahan atau sumber pendapatan tambahan untuk keberlanjutan ke depannya.”

Ia juga menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan mengenai bagaimana memulai usaha dari potensi sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Program ini sangat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi kami ibu-ibu di sini mendapat pengetahuan baru terkait bagaimana sociopreneur itu, bagaimana kami memulai usaha dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kami dan berkelanjutan tentunya, dan bisa bermanfaat bagi kami masyarakat Dusun Bojong.”

Ibu Istiqomah, perwakilan Ibu Dasawisma Kenanga, menyampaikan kesan dan harapan setelah mengikuti rangkaian program sociopreneur dan pelatihan Brownies Singkong Bojong.

Lebih dari Sekadar Membuat Brownies

Bagi KKN-PPM Kelompok 16 UMBY, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan membuat makanan. Pembuatan Brownies Singkong Bojong merupakan bagian dari proses pemberdayaan masyarakat yang dimulai dari mengenali potensi, menemukan peluang, mengembangkan produk, hingga membuka kemungkinan usaha.

Konsep sociopreneur yang diperkenalkan diharapkan dapat membangun pola pikir masyarakat bahwa usaha dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Singkong yang selama ini dikenal sebagai salah satu bahan pangan lokal kemudian mendapatkan peluang baru untuk diolah menjadi produk dengan nilai tambah dan identitas lokal. Ke depan, Brownies Singkong Bojong masih dapat dikembangkan, baik dari segi kualitas produk, variasi, pengemasan, penentuan harga, pembukuan sederhana, maupun pemasaran.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat Brownies Singkong Bojong sebagai salah satu produk lokal Dusun Bojong sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan.

Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 UMBY bersama ibu-ibu Dasawisma Kenanga Dusun Bojong setelah pelaksanaan pelatihan Brownies Singkong Bojong, Senin (10/8/2026).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 28 Juli dan 10 Agustus 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 UMBY dengan masyarakat Dusun Bojong dalam mengembangkan potensi lokal.

Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan mengenali potensi yang tersedia, mengembangkan kreativitas, dan membangun kolaborasi, bahan sederhana seperti singkong dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Brownies Singkong Bojong menjadi lebih dari sekadar produk makanan. Produk ini menjadi langkah awal untuk menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Melalui semangat sociopreneurship, mahasiswa KKN-PPM Kelompok 16 berharap pengetahuan dan pengalaman yang telah dibagikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Dusun Bojong secara mandiri dan berkelanjutan.

INFORMASI

Penulis : Verdi – Mahasiswa Fakultas Psikologi UMBY
Tim KKN-PPM Kelompok 16 Angkatan XLIX Tahun 2026 Universitas Mercu Buana Yogyakarta
IG: @mybojonggw Tiktok: @my.bojong.gw

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id