NEWSFEED.ID, Desa Karanganyar — Bagi warga yang memelihara ternak, bau tidak sedap dari kandang menjadi persoalan yang sulit dihindari dan kerap mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Penyebabnya beragam, mulai dari kotoran ternak yang menumpuk hingga minimnya penerapan sanitasi kandang secara rutin. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan warga sekitar kandang jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat.
Menjawab persoalan tersebut, program kerja ini hadir sebagai upaya bersama untuk mengendalikan bau di rumah tangga peternak melalui penerapan cairan penghilang bau berbasis mikroorganisme, sanitasi kandang, dan edukasi kesehatan lingkungan. Dalam program ini, Reyhand Christian Hutubessy, mahasiswa Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik, berperan mendampingi warga dalam penerapan cairan desinfektan dan pengendali bau pada kegiatan sanitasi kandang, sekaligus memastikan praktik ini dapat terus dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Mendampingi Praktik Sanitasi Kandang Bersama Warga
Kegiatan diawali dengan demonstrasi penerapan cairan desinfektan dan pengendali bau langsung di kandang milik warga. Melalui demonstrasi ini, warga tidak hanya melihat, tetapi juga diajak mempraktikkan sendiri cara mengaplikasikan cairan pada permukaan dan sudut-sudut kandang yang menjadi sumber bau, sehingga pengetahuan yang diperoleh benar-benar melekat dan dapat diterapkan secara mandiri di kemudian hari.
Menyesuaikan Praktik dengan Kondisi Kandang Masing-Masing
Dalam pelaksanaannya, setiap kandang memiliki kondisi yang berbeda-beda — mulai dari ukuran, bentuk, hingga tingkat kesulitan menjangkau area tertentu. Perbedaan ini menuntut penyesuaian cara penerapan cairan agar penanganan bau tetap efektif menjangkau seluruh area kandang yang membutuhkan perhatian, sehingga hasil sanitasi dapat dirasakan secara merata oleh setiap rumah tangga peternak.
Mendorong Sanitasi Berkala secara Mandiri
Program ini tidak berhenti pada satu kali demonstrasi. Warga didampingi agar mampu menerapkan sanitasi kandang secara berkala dan konsisten, bukan sekadar kegiatan seremonial saat kunjungan mahasiswa. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kebiasaan menjaga kebersihan kandang diharapkan menjadi bagian dari rutinitas warga, bahkan setelah masa KKN berakhir.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Program SIKAT BAU sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui penerapan sanitasi kandang dan pengendalian bau, program ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan kandang yang tidak higienis. Penggunaan cairan penghilang bau berbasis mikroorganisme turut berkontribusi pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), karena mendorong pengelolaan limbah ternak secara lebih ramah lingkungan. Selain itu, terciptanya lingkungan permukiman peternak yang lebih bersih dan nyaman turut mendukung SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), sejalan dengan upaya membangun desa yang sehat dan layak huni bagi seluruh warganya.
Langkah Kecil Menuju Kandang yang Lebih Sehat
Melalui pendampingan sanitasi kandang ini, program kerja mahasiswa TIM II KKN Universitas Diponegoro Desa Karanganyar menunjukkan bahwa persoalan bau yang selama ini dianggap wajar sebenarnya dapat diatasi dengan langkah sederhana namun konsisten. Dengan pemahaman dan kebiasaan sanitasi yang tertanam, warga peternak di Desa Karanganyar diharapkan mampu menjaga kebersihan kandang secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga lingkungan sekitar menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Program Kerja KKN Universitas Diponegoro — Reyhand Christian Hutubessy, Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik












