BeritaPendidikan

Dampingi Kegiatan Posyandu, Mahasiswa KKN Undip Bantu Deteksi Dini Stunting dan Penyakit Tidak Menular di Desa Karanganyar

Avatar photo
50
×

Dampingi Kegiatan Posyandu, Mahasiswa KKN Undip Bantu Deteksi Dini Stunting dan Penyakit Tidak Menular di Desa Karanganyar

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Tim II Undip membantu kader kesehatan dalam kegiatan Posyandu di Desa Karanganyar, mulai dari pendaftaran hingga pengukuran kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia.

NEWSFEED.ID, SragenMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2025/2026 turut membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, selama masa pengabdian berlangsung. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan di masing-masing dukuh. Pelayanan mencakup beberapa kelompok masyarakat, yaitu balita, ibu hamil, dan lansia. Mahasiswa KKN membantu kader kesehatan dalam berbagai tahapan pelayanan agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Penanggung jawab program, Danish Malika Assyari, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu menjadi kesempatan untuk membantu masyarakat sekaligus belajar secara langsung mengenai kondisi kesehatan di lingkungan desa.

“Melalui kegiatan Posyandu ini, kami ingin ikut membantu pelayanan kesehatan warga Desa Karanganyar, sekaligus belajar secara langsung mengenai kondisi kesehatan masyarakat di lapangan. Kami berharap bantuan yang diberikan, mulai dari administrasi hingga pengukuran kesehatan, dapat membantu kader dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Danish.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu kader mulai dari pendaftaran, pencatatan hasil pemeriksaan, hingga pengaturan antrean. Mahasiswa juga turut membantu melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan pada balita dan ibu hamil. Pengukuran tersebut dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan kondisi kesehatan serta membantu menemukan tanda-tanda masalah gizi sejak dini.

Pada kelompok lansia, mahasiswa turut membantu melakukan pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kesehatan dasar. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan warga dan menemukan lebih awal kemungkinan adanya penyakit yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Selain membantu pelayanan, mahasiswa KKN juga mendukung kegiatan edukasi kesehatan masyarakat dengan arahan dan koordinasi dari Bidan Desa Karanganyar. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi yang ditemukan selama kegiatan Posyandu berlangsung.

Bu Aida, Bidan Desa Karanganyar, menyambut baik keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan Posyandu.

“Kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu kami, mulai dari pendaftaran, pencatatan, sampai bagian ukur-ukur seperti berat badan dan tinggi badan. Jadi pelayanan ke warga bisa lebih cepat dan tertib,” katanya.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu juga menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya melalui peningkatan kesadaran dan pemantauan kesehatan masyarakat sejak dini. Kerja sama antara kader, tenaga kesehatan, dan mahasiswa diharapkan dapat membantu pelayanan kesehatan di tingkat desa berjalan dengan lebih baik.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya membantu meringankan tugas kader, tetapi juga turut menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat. Interaksi langsung dengan warga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih dekat.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id