BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Edukasi Hipertensi di PKK Sambiroto

Avatar photo
161
×

Mahasiswa KKN-T UNDIP Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Edukasi Hipertensi di PKK Sambiroto

Sebarkan artikel ini
gambar1 reportase multi-min
Mahasiswa KKN-T UNDIP memberikan penyuluhan hipertensi kepada ibu-ibu PKK di Balai PKK Kelurahan Sambiroto, Jumat (18/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang pencegahan sindrom metabolik. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

NEWSFEED.ID, SEMARANGMahasiswa KKN-T 118 Universitas Diponegoro Kelompok 5 menyelenggarakan program kerja multidisiplin berupa “Edukasi mengenai Pencegahan Hipertensi sebagai Upaya Mengurangi Risiko Sindrom Metabolik”. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait gaya hidup sehat.

Program ini dilaksanakan pada Jum’at, 18 Juli 2025 di Balai PKK Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang oleh Nihlah Nor Chalisa, mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tema Multidisiplin 1 KKN-T 118 Kelompok 5 UNDIP 2025, yaitu “Pemanfaatan TOGA Menjadi Produk Jahe Bubuk untuk Pencegahan Sindrom Metabolik melalui Edukasi dan Digitalisasi Kesehatan.”

Masyarakat Kelurahan Sambiroto memiliki potensi besar dalam pengembangan TOGA sebagai alternatif pencegahan penyakit. Namun, potensi ini belum diiringi dengan pengetahuan yang cukup mengenai gaya hidup sehat dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai upaya preventif. Berdasarkan hasil observasi, angka kejadian hipertensi di wilayah ini masih cukup tinggi, sedangkan pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai hipertensi dan sindrom metabolik masih terbatas. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan edukatif ini.

Sesi edukasi dilakukan menggunakan media PowerPoint dan pembagian leaflet yang berisi informasi praktis mengenai sindrom metabolik, gejala dan tanda hipertensi, langkah-langkah pencegahan hipertensi, serta rekomendasi makanan yang dianjurkan. Metode penyampaian dilakukan secara komunikatif, partisipatif, dan aplikatif, sehingga mendorong keterlibatan aktif peserta.

Suasana edukasi berlangsung interaktif, diikuti ibu-ibu PKK Sambiroto yang aktif berdiskusi mengenai penerapan kebiasaan hidup sehat. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“Materinya mudah dipahami karena disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contohnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jadi bisa langsung dipraktikkan di rumah,” ujar salah satu peserta.

Diskusi interaktif pun berlangsung dinamis, dimana peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman seputar kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan tekanan darah. Beberapa peserta bahkan menyampaikan niat untuk mulai mengurangi konsumsi garam dan memperbanyak aktivitas fisik ringan sebagai bentuk komitmen pribadi.

“Melalui edukasi ini, saya ingin mengajak ibu-ibu PKK agar lebih peduli terhadap kesehatan keluarga dimulai dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Pemahaman tentang hipertensi bukan hanya penting bagi penderita, tapi juga bagi seluruh anggota keluarga,” ujar Nihlah Nor Chalisa, mahasiswa S-1 Farmasi UNDIP selaku pelaksana kegiatan.

Kegiatan ini, diharapkan mampu menjadikan ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dalam menerapkan dan menyebarkan pola hidup sehat. Edukasi ini memperkuat kesadaran bahwa kesehatan dapat dijaga mulai dari rumah, melalui langkah-langkah kecil seperti pemanfaatan TOGA dan perbaikan pola makan.

Mahasiswa KKN-T UNDIP bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Sambiroto berfoto bersama usai kegiatan edukasi mengenai pencegahan hipertensi. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“Melihat antusiasme peserta hari ini membuat saya yakin bahwa edukasi kesehatan masih sangat dibutuhkan. Semoga langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tambah Nihlah.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, mahasiswa KKN-T UNDIP berharap dapat meninggalkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat, baik dari segi pengetahuan, sikap, maupun praktik sehari-hari. Edukasi ini menjadi langkah awal dalam membangun komunitas yang lebih sehat dan mandiri dalam mengelola risiko penyakit tidak menular.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id