ArtikelOpini

Uang Bulanan Cepat Habis Padahal Sudah Hemat?

Avatar photo
34
×

Uang Bulanan Cepat Habis Padahal Sudah Hemat?

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, Serang — Banyak orang merasa baru saja uang bulanan masuk ke rekening, tapi beberapa hari kemudian saat dicek sudah menipis saja saldonya. Padahal, beberapa hari terakhir tidak membeli barang-barang mahal dan pengeluaran untuk makan sudah sesuai budget harian, bahkan lebih hemat dari yang seharusnya. Sudah merasa hemat, tapi pengeluaran tetap membengkak. Tapi, pernahkah kalian mengecek pengeluaran kalian selama ini untuk apa saja? apakah kalian sudah memperhatikan hal-hal kecilnya? Terdapat beberapa faktor membuat saldo dan dompet kita menipis, meskipun kita sudah merasa hemat:

1. Makan Sudah Sesuai Budget, Tapi Jajan Melebihi Budget

Sering kali kita merasa sudah mengeluarkan uang makan sesuai dengan budget harian. Padahal nyatanya setiap kali selesai makan, kita merasa harus ada dessert sebagai pencuci mulut. Tanpa disadari harga dessert justru lebih mahal dua kali lipat dari uang makan harian. Tidak hanya itu, sebagian orang lebih memilih mengerjakan tugas di caffe dari pada di kamar. Disinilah yang banyak orang tidak sadari telah melakukan overbudgeting yaitu mengeluarkan uang melebihi batas, terutama saat jajan dan bepergian.

2. Pola Pikir “Rugi” Jika Diskon Tidak Dipakai

Tanggal kembar dan diskon memang hal yang sangat ditunggu-tunggu. Tapi karena adanya diskon, banyak orang menjadi terdorong untuk membeli karena merasa ini adalah kesempatan yang belum tentu akan datang kembali. Fenomena ini juga disoroti oleh Tengku Fansa Rain, yang menyatakan bahwa orang-orang banyak yang mudah tergiur dengan diskon sekalipun barang-barang tersebut tidak dibutuhkan. Dan banyak dari kalangan generasi muda yang menerapkan pola pikir “lebih baik menyesal karena membeli barang, daripada tidak sama sekali.” Sehingga, mendorong mereka untuk mengambil keputusan belanja secara impulsif.

3. Tidak Membuat Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan merupakan salah satu hal utama yang harus dilakukan untuk mengendalikan uang, karena berpengaruh pada kondisi keuangan di hari selanjutnya. Namun, anggaran keuangan masih disepelekan oleh banyak orang. Padahal dengan adanya anggaran keuangan kita dapat menentukan prioritas pembelian, serta menjadi tahu seberapa banyak uang yang harus dipakai untuk kebutuhan dan ditabung untuk dana darurat. Jika tidak ada anggaran keuangan, maka uang akan keluar masuk tanpa adanya batasan. Sehingga seseorang cenderung akan merasa bebas dalam mengeluarkan uang tanpa memikirkan hari esok.

4. Tidak Memperhatikan Pengeluaran Kecil

Sadarkah kalian bahwa pengeluaran yang biasa dianggap kecil ternyata menguras saldo dan isi dompet. Uang Rp2.000 yang dianggap kecil untuk bayar parkir jika dikeluarkan selama satu minggu berturut-turut, akan sama besarnya dengan uang makan harian. Begitu juga dengan biaya admin saat top-up dan transfer ke bank lain. Hal-hal kecil yang kita anggap remeh ternyata menjadi penyumbang uang keluar secara terus menerus. Kita tidak menyadari hal tersebut karena beranggapan uang Rp2.000 tidak akan membuat uang habis.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

1. Buatlah Anggaran Keuangan dan Catat Setiap Pengeluaran

Anggaran keuangan dibuat untuk membantu kita mengelompokkan apa saja kebutuhan yang harus diprioritaskan dan tidak. Selain itu, pengeluaran dapat terpantau melalui anggaran keuangan. Begitu juga mencatat setiap pengeluaran, kita menjadi tahu untuk apa saja uang yang kita keluarkan dan berapa nominal yang dikeluarkan. Dengan begitu, kita menjadi tidak bingung apabila saldo dan dompet mulai menipis.

2. Beli Barang Karena Kebutuhan

Keinginan untuk membeli memang akan selalu datang. Tetapi, kita harus mempunyai kendali untuk mencegah terjadinya pemborosan. Maka, kita harus membeli barang-barang yang dibutuhkan saja jangan mudah tergiur dengan adanya diskon. Jangan biarkan kata diskon mengharuskan kita untuk membeli suatu barang yang bukan bagian dari kebutuhan.

3. Batasi Hal yang Mendorong untuk Belanja

Salah satu hal yang membuat sebagian orang tergoda dengan barang diskon yaitu munculnya notifikasi diskon. Cara yang dapat dilakukan untuk tidak tergoda dengan diskon yaitu dengan mematikan notifikasi aplikasi belanja. Dengan begitu, kita menjadi tidak terus-menerus menerima informasi tentang diskon yang dapat mendorong keinginan untuk berbelanja.

Mengatur keuangan bukanlah tentang seberapa banyak jumlah uang yang dimiliki, melainkan seberapa pintarnya kita dalam mengendalikan uang dan keinginan. Melakukan hal tersebut juga memang tidak semudah yang kita pikirkan, tapi mulailah melakukan langkah awal dengan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Dengan begitu, kita dapat memantau dan mengevaluasi aliran dana untuk membangun kondisi keuangan yang stabil. Yuk, mulai catat pengeluaranmu hari ini.

Firman Setiawan

Penulis: Verawati Meilani Simatupang

Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id