NEWSFEED.ID, Surabaya — Di zaman serba digital yang modern, info lowongan kerja asing makin mudah di daoat. Bagi calon pekerja yang tinggal di negara berkembang yang status mata uang ekonominya kurang kuat, lowongan kerja asing menjadi salah satu opsi yang diharapkan untuk bisa membangun ekonomi pribadi para calon pekerja di negara berkembang. Lowongan pekerjaan asing ini kian marak karena banyaknya info dan mudahnya pengurusan dalam bekerja asing karena terbantu oleh kemajuan zaman digital ini.
Bagi sebuah individu, bekerja di negara lain yang mata uangnya lebih kuat dari mata uang negara sendiri adalah sebuah keuntungan yang harus dimanfaatkan karena mereka bisa bekerja di posisi yang sama tetapi dengan bayaran yang lebih besar jika mereka menukarkan mata uangnya ke mata uang negaranya sendiri yang konteksnya jauh lebih lemah.
Rata-rata individu bekerja di luar negeri untuk mendapatkan pemasukan yang lebih layak dan karena banyak dari mereka tidak bisa membawa seluruh keluarganya ke luar negeri untuk mendapatkan hal yang lebih baik baik maka bekerja sendirian di luar negeri dan mengirimkan uang untuk digunakan keluarga mereka merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan.
Fenomena ini dalam politik hubungan internasional bisa disebut sebagai push and pull theory yang menjelaskan tentang (push) faktor-faktor internal yang menyebabkan dorongan bagi individu atau kelompok utnuk melakukan sesuatu dan (pull) faktor-faktor eksternal bagi individu atau kelompok untuk tertarik melakukan sesuatu.
Jika dikaitkan dalam hal ini maka bisa dilihat jika para pekerja yang tergiur oleh lowongan kerja asing yang jika dibandingkan dengan kondisi dan pekerjaan di dalam negaranya sendiri yang dinilai cukup kurang menguntungkan.
Lalu bagaimana dengan kondisi negara yang menjadi penyumbang tenaga asing?
Jika negara tersebut memiliki nilai mata uang yang rendah maka menjadi penyumbang tenaga asing merupakan salah satu hal yang baik untuk menambah pemasukan baik bagi individu maupun pendapatan negara karena bahi negara berkembang atau yang memiliki mata uang rendah padatnya populasi, kemiskinan, dan ketidak mampuan (skilled worker) menjadi kekurangan utama bagi negara ini. Oleh karena itu seharusnya negara yang sedang berada dalam posisi ini harusnya bisa memberikan pelatihan khisus atau bantuan khusus seperti pengurusan surat ataupun seleksi sebagai upaya peningkatan pekerja.
Tetapi jika hal ini terjadi pada negara maju atau yang memiliki ekonomi yang kuat maka hal ini akan menjadi perhatian pemerintah dalam memperhatikan kondisi negaranya.
Hal ini terjadi karena fokus utama pada negara maju atau ekonomi kuat bukan lagi pada masalah lapangan kerja, kemiskinan, dan ketidak mampuan pekerja melainkan pada tingkat kemampuan sumber daya manusianya yang harus dipertahankan agar tidak keluar dari negaranya dan bisa fokus pada negara atau biasanya disebut dengan sikap nasional.
Ini juga menjadi alasan mengapa banyak lowongan kerja asing itu seringkali yang menawarkan adalah negara maju ataupun negara yang sektor ekonominya kuat karena fokus dari pencarian kerja di negara maju adalah mempertahankan skilled worker dan mencari potensi-potensi skilled worker di negara ain tanpa takut terkendala masalah bugdet
Sehingga bagus atau tidaknya lowongan asing harus dilihat dalam perspektif kondisi politik ekonomi negara masing-masing karena setiap negara memiliki jawaban dalam mengatasi persoalan tersebut











