ArtikelOpini

Bio Solar Langka di Jawa Timur, Masyarakat Rela Antre Berjam-jam demi Mendapatkan BBM

Avatar photo
72
×

Bio Solar Langka di Jawa Timur, Masyarakat Rela Antre Berjam-jam demi Mendapatkan BBM

Sebarkan artikel ini

NEWSFEED.ID, Jawa Timur – Kelangkaan bio solar di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat harus mengantre selama berjam-jam di SPBU. Kondisi ini dirasakan oleh sopir angkutan barang, nelayan, petani, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada bahan bakar solar bersubsidi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Antrean kendaraan terlihat mengular di beberapa SPBU. Banyak pengemudi memilih datang sejak dini hari agar memperoleh solar sebelum persediaan habis. Tidak sedikit yang mengaku harus kehilangan waktu kerja karena menunggu giliran mengisi bahan bakar.

Kelangkaan ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, keterlambatan distribusi, serta proses penyaluran yang belum merata di beberapa daerah. Pemerintah bersama pihak terkait menyampaikan bahwa distribusi terus diupayakan agar pasokan kembali normal dan masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah.

Dampak dari kondisi ini mulai dirasakan pada sektor transportasi, logistik, pertanian, dan perikanan. Biaya operasional meningkat, sementara sebagian aktivitas usaha mengalami keterlambatan akibat sulit memperoleh bahan bakar.

Masyarakat berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat mempercepat distribusi bio solar, memperketat pengawasan terhadap penyaluran, serta memastikan solar bersubsidi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Dengan langkah tersebut, diharapkan antrean panjang dapat berkurang dan kegiatan ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.

Berita ini disusun sebagai bentuk informasi kepada masyarakat mengenai kondisi kelangkaan bio solar di Jawa Timur serta pentingnya kerja sama antara pemerintah, penyedia BBM, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran distribusi energi.

Firman Setiawan

Penulis: Agung Hidayat Harahap

Mahasiswa Prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Fuad Parhan, Tim NewsFeed.id